Jumat 06 September 2019, 14:16 WIB

Ricuh Suporter Dikhawatirkan Ganggu Pencalonan Tuan Rumah PD U-20

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Ricuh Suporter Dikhawatirkan Ganggu Pencalonan Tuan Rumah PD U-20

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Seorang suporter Indonesia (kanan) berusaha menyerang suporter Malaysia saat pertandingan timnas Indonesia melawan timnas Malaysia

 

SEKRETARIS Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menyayangkan terjadinya kericuhan suporter Indonesia kala melawan Malaysia pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, kemarin.

Gatot khawatir insiden tersebut menjadi penilaian buruk dari FIFA, sehingga berpengaruh kepada pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia (PD) U-20 tahun 2021.

"Suka tidak suka, rada miris juga, jangan sampai orang berpandangan Indonesia layak nggak sih menjadi tuan rumah untuk piala dunia," kata Gatot melalui keterangan tertulis, Jumat (6/9).

Gatot juga menyayangkan kejadian itu berlangsung tak lama dari penentuan tuan rumah oleh FIFA pada Oktober mendatang. Ia hanya berharap kericuhan tak berpengaruh pada pencalonan Indonesia.

"Kita tahu sebentar lagi di bulan Oktober akan ada penentuan apakah Indonesia layak menjadi tuan rumah di U-20 di 2021, jangan sampai kejadian tadi malam berpengaruh," imbuhnya.

Baca juga: Imam Nahrawi Minta Maaf kepada Menpora Malaysia

Seperti diketahui, FIFA telah mengumumkan secara resmi tiga negara kandidat tuan rumah Piala Dunia U-20. Selain Indonesia, dua negara lainnya, yakni Brasil dan Peru.

Selanjutnya, Dewan FIFA akan mengadakan pertemuan di Shanghai, Tiongkok, pada 23-24 Oktober 2019. Mereka akan merapatkan tawaran-tawaran yang masuk untuk menjadi tuan rumah turnamen ini.

Pada 24 Oktober, FIFA akan resmi mengumumkan negara mana yang akan menjadi tuan rumah dari turnamen yang melahirkan Diego Maradona, Lionel Messi, Andres Iniesta, Antoine Griezmann dan Mohammed Salah, serta banyak bintang dunia lainnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More