Jumat 06 September 2019, 08:40 WIB

Bertemu Pendeta Papua Ma’ruf Ajak Jaga Persatuan

Mal/P-1 | Politik dan Hukum
Bertemu Pendeta Papua Ma’ruf Ajak Jaga Persatuan

MI/PIUS ERLANGGA
Wakil presiden terpilih Ma’ruf Amin dan Ketua Perwakilan Pendeta Papua Richard Tonjau (tengah) di Jalan Situbondo 12, Jakarta, kemarin

 

WAKIL Presiden 2019-2024 Ma'ruf Amin menerima kunjungan sejumlah pendeta Papua di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, kemarin. Pertemuan ini membahas kondisi Papua yang beberapa waktu belakangan dilanda kerusuhan.

Seusai pertemuan, Ma'ruf mengatakan para pendeta dari Papua dan Papua Barat menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang dialami di Papua dan Papua Barat beberapa waktu terakhir. Mereka, kata Ma'ruf, menginginkan peran tokoh-tokoh agama untuk menjaga keutuhan kembali di Papua dan seluruh rakyat Indonesia.

"Karena kita sebagai bangsa merupakan satu kesatuan Indonesia. Kita bukan hanya kita Jawa, melainkan juga kita Papua, kita Sumatra, kita Indonesia. Bagaimana kita-kita ini satu sama lain saling mencintai dan menyayangi," jelas Ma'ruf.

Ma'ruf yang juga menjabat ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak para tokoh agama untuk menyerukan persatuan dan kesatuan. Dalam menyelesaikan persoalan di Papua, kata Ma'ruf, perlu juga pendekatan budaya untuk menjaga kedamaian.

"Pendekatan yang lebih soft, lebih pendekatan yang bersifat budaya dengan masyarakat masyarakat di Papua. Kami juga tentu akan melakukan upaya-upaya konsolidasi untuk juga secara bersama-sama, baik dari majelis ulama, maupun dari Nahdlatul Ulama ya," ujarnya.

Ma'ruf mencontohkan bagaimana kedekatan warga Papua dengan Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dihormati di Papua. "Bagaimana Gus Dur dulu juga melakukan upaya-upaya sehingga orang Papua merasa diperlakukan sangat terhormat," jelasnya.

Sementara itu, perwakilan pendeta, Richard mengatakan pertemuan dengan Ma'ruf Amin untuk menyampaikan harapan untuk warga Papua. Richard menegaskan warga Papua tidak ingin dibeda-bedakan dengan warga Indonesia lainnya.

"Semua pihak harus turut menjaga perdamaian di Papua maupun Papua Barat. Kita adalah satu dalam bingkai kesatuan negara Republik Indonesia. Dan ini sebagai satu kehormatan yang diberikan kepada kami untuk bisa menyampaikan harapan kami agar Papua jangan lagi diprovokasi untuk terjadi keributan," ujar Richard.

Dia berharap Ma'ruf bisa menyuarakan kepada MUI dan NU di seluruh Tanah Air khususnya di Papua dan Papua Barat agar bersatu dengan pemimpin umat agama lainnya untuk mewujudkan Papua Barat damai. (Mal/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More