Kamis 05 September 2019, 18:25 WIB

Kapolri Sebut ULMWP dan KNPB di Balik Kerusuhan Papua

Marcelinus Kellen | Nusantara
Kapolri Sebut ULMWP dan KNPB di Balik Kerusuhan Papua

MI/Marcel Kelen
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengunjungi anggota polisi yang menjadi korban luka saat menjalankan tugas pengamanan

 

KAPOLRI Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut kelompok organisasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat, serta beberapa kota lain di Indonesia.

Penegasan ini disampaikan mantan Kapolda Papua usai menjenguk tiga anggota Polri yang menjadi korban kerusuhan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Kamis (5/9).

"KNPB, ULMWP, dan AMP ikut bermain dalam peristiwa (kerusuhan) ini, dan saya tahu mau ke mana arahnya mereka bawa," tegas Kapolri.

Tito berjanji akan mengejar orang-orang yang ada dalam organisasi KNPB maupun ULMWP.

"Jika kita tidak tegas menegakkan hukum kepada mereka maka situasi di Papua akan berulang lagi," katanya.


Baca juga: Bertemu Pendeta Papua, Ma’ruf Ajak Tokoh Agama Jaga Persatuan


Dia menuturkan, organisasi tersebut berafiliasi dalam mendesain kekacauan dalam serangkaian unjuk rasa tolak rasialisme di beberapa kota di Tanah Air, terkhusus Papua dan Papua Barat. Bahkan, Tito menyebut Benny Wenda dalang di balik rangkaian aksi unjuk rasa ini.

Tito menyebut telah mengetahui cara kerja Benny dan jejaringnya lewat teknologi informasi yang provokatif serta pengerahan massa di lapangan.

"Kita tahu Benny Wenda dan rekannya dalang di balik ini semua. Mereka sengaja mendesain terjadinya kerusuhan ini untuk dijadikan bahan mereka bersuara meminta dukungan internasional dalam sidang PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada 9 September nanti," bebernya.

Tito berencana bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia serta pemerintah akan melakukan investigasi ke beberapa lokasi kerusuhan di beberapa wilayah Papua guna mengungkap aktor utama dibalik kericuhan tersebut. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More