Jumat 06 September 2019, 11:10 WIB

Jimmy Page Terbitkan Buku Anthology

Irana Shalindra | Weekend
Jimmy Page Terbitkan Buku Anthology

AFP/Don Emmert
Vokalis Robert Plant dan gitaris Jimmy Page saat konser reuni Led Zeppelin di San Fransisco, AS, 1988.

GITARIS legendaris Jimmy Page telah mengumumkan publikasi 384 halaman edisi terbatas bertanda tangan yang menawarkan bahan-bahan langka dari arsip pribadinya. Jimmy Page: The Anthology, begitu judul buku tersebut, dikisahkan sepenuhnya oleh legenda Led Zeppelin itu, dengan foto-foto dari enam dekade.

"Dalam buku ini, saya ingin memasukkan barang-barang dari arsip pribadi saya yang telah memainkan peran dalam keseluruhan cerita saya, untuk memberikan detail di balik detailnya," kata Page dalam rilis berita yang dilansir ultimateclassicrock.com.

Beberapa elemen kunci dari koleksinya digambarkan dalam Jimmy Page: The Anthology, di antaranya adalah gitarnya (termasuk "Dragon" Telecaster dan "Number One" Gibson Les Paul), kostum panggung, poster langka, penempelan vinil, korespondensi, dan buku diary.

Page menempatkan semua barang-barang itu untuk membawa ingatan penggemarnya dalam perjalanan musik yang luar biasa, dari seorang pencinta blues lantas bergabung dengan Yardbirds dan Zeppelin. Page juga pernah beekolaborasi  dengan Firm, serta berduet dengan bekas vokalis Deep Purple, David Coverdale  dan tentu saja dengan koleganya di Led Zeppelin, Robert Plant.

Jimmy Page: The Anthology akan diterbitkan dalam jumlah terbatas, sebanyak 2.500 salinan bernomor, masing-masing ditandatangani oleh Page. Buku ini seperempat terikat di kulit hitam, dengan blokir daun emas dan tepi halaman berlapis emas. Desain selempang berlapis terinspirasi  gitar listrik pertama Page, Resonet Futurama tahun 1958.

Buku mewah itu dibanderol 395 poundsterling atau sekitar Rp6,9 juta. Jimmy Page: The Anthology tersedia untuk pre-order sekarang. Buku ini dijadwalkan untuk didistribusikan pada Desember mendatang. (A-2)

.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More