Kamis 05 September 2019, 12:00 WIB

Bulog Siapkan 100 Ton Beras untuk Flotim

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Bulog Siapkan 100 Ton Beras untuk Flotim

MI/Ferdinandus Rabu
Stok beras Bulog di Flores Timur, NTT

 

SEBAGAI bentuk tanggap darurat bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Perum Bulog Larantuka telah menyiapkan 100 ton beras yang sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah daerah ketika mengalami bencana kekeringan dan rawan pangan.

Jika tahun sebelunhya, tidak ada persiapan stok beras untuk bencana kekeringan, tahun ini, Perum Bulog telah menyiapkan bantuan beras cadangan, karena kondisi cuaca kekeringan yang lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kasubdivre Perum Bulog Larantuka Piter De Haan saat dikonfirmasi, Rabu (4/9), mengakui jika saat ini bulog telah menyiapkan beras-beras bantuan khusus untuk darurat bencana kekeringan.

"Kami telah menyiapkan 100 ton beras bantuan khusus untuk darurat bencana. Apalagi, saat ini, kekeringan cukup parah akibat kemarau yang berkepanjangan, sehingga menurunkan hasil produksi pangan di daerah ini. Pada 2018 lalu, tidak ada persiapan beras di Bulog. Tetapi, tahun ini, Bulog telah menyiapkan ratusan ton beras untuk bantuan bencana. Beras-beras tersebut kini disimpan di dalam gudang Bulog," papar Piter.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Ketahanan Air

Menurut Piter, beras-beras bantuan ini akan diberikan jika ada pengajuan bantuan dari Pemda setempat terkait darurat bencana.

"Beras-beras bantuan ini akan disalurkan jika ada permintaan bantuan dari pemerintah setempat melaui proposal bantuan tanggap darurat bencana. Sebelumnya, pada Maret lalu, Pemda Flotim pernah mengajukan permintaan bantuan beras, sehingga sudah disalurkan 3 ton. Jadi masih sisa saat ini 97 ton beras bantuan khusus untuk darurat bencana," jelas Piter.

Sementara itu, terkait kesetersediaan beras saat ini, Piter menjamin stok beras masih mencukupi hingga 3 bulan ke depan.

"Stok beras saat ini sebanyak 1.100 ton masih tersimpan di dalam gudang. Tentunya masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan. Kualitas beras pun  masih terjamin dan layak dikonsumsi," pungkas Piter. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More