Kamis 05 September 2019, 10:35 WIB

Smart Kampung demi Tingkatkan Pelayanan

Usman Afandi | Nusantara
Smart Kampung demi Tingkatkan Pelayanan

MI/USMAN AFANDI
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan pidato saat membuka Festival Kampung Digital di RTH Maron, Kecamatan Genteng, Banyuwangi,

 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik hingga ke desa-desa lewat program Smart Kampung. Saat ini 189 desa di kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa itu sudah telayani internet berbasis serat optik.

"Salah satu indikator Smart Kampung ialah pelayanan publik dengan pendekatan teknologi informasi, selain juga pengembangan ekonomi desa dan pengentasan masyarakat dari kemiskin-an," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, kemarin.

Dengan program itu pula, lanjutnya, saat ini inovasi tumbuh subur. Desa-desa berlomba menampilkan inovasi masing-masing sehingga warga desa kian mudah dan murah mengakses layanan publik.

"Kami targetkan ini terus meningkat. Kami mengeceknya lewat survei kepuas-an publik yang dilakukan setiap enam bulan," ujar Anas.

Ia mengatakan digitalisasi telah memberikan kemudahan dan percepatan dalam berbagai program pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Dampak dari pelayanan publik yang baik antara lain ekonomi masyarakat juga dipastikan meningkat.

Sejumlah inovasi desa-desa itu ditam-pilkan dalam Festival Kampung Digital yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau Maron, Kecamatan Genteng, Selasa (3/9). Festival itu memamerkan berbagai kemajuan desa hasil inovasi berbasis digital, mulai sektor pelayanan publik, pelayanan kesehatan, hingga ekonomi kreatif.

Salah satu inovasi yang ditampilkan dalam pameran ialah layanan KIOSK milik Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, yang memberi layanan data dan informasi tentang kependudukan, kesehatan, dan pendidikan. Dengan sistem tersebut, warga bisa melakukan layanan mandiri untuk berbagai keperluan hanya dengan memindai KTP pada perangkat yang disediakan.

Selain itu, ada Sistem Aplikasi Posyandu dengan Pencatatan Elektronik (Siap Cantik) milik Desa Genteng Wetan. Aplikasi itu memberi kemudahan kepada pengguna layanan, khususnya ibu-ibu di kampung-kampung, untuk melihat perkembangan kesehatan serta mendapatkan tips dan informasi seputar kesehatan.

Anas mengatakan Festival Kampung Digital juga menjadi sarana referensi bagi seluruh desa untuk saling mereplikasi inovasi. Itu pula yang dilakukan pada Festival Smart Kampung Juli lalu yang menjadi pestanya inovasi desa berbasis digital.

Saat itu antara lain ditampilkan Sistem Manajemen Desa (Simade), inovasi dari Desa Ketapang. Simade ialah sistem administirasi kependudukan yang tersusun rapi sehingga membuat waktu pelayanan menjadi singkat, hanya sekitar 2 menit.

"Dengan Simade, pelayanan administrasi tidak sampai 2 menit selesai dan siap cetak," kata Kepala Desa Ketapang Slamet Kasiyono.

Untuk mengurus surat kematian, misalnya, petugas cukup mengisi nomor induk kependudukan (NIK) dan nama warga pada formulir elektronik. selanjutnya, secara otomatis lembar dokumen langsung terisi dengan berbagai data primer penduduk lainnya seperti usia, agama, pekerjaan, dan alamat.

Bursa inovasi

Sejumlah desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, juga memamerkan inovasi masing-masing dalam Bursa Inovasi Desa 2019 yang digelar pemkab setempat di Graha Sandiya, Kecamatan Merakurak, kemarin. Bursa inovasi digelar agar warga bisa mengembangkan desa dengan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah inovasi yang ditampilkan di antaranya inovasi bank sampah dari Desa Socorejo, Jenu, pembangunan Sentolo Waterpark di Kecamatan Bancar, dan pengembangan usaha garam putih Desa Pliwetan, Kecamatan Palang. (YK/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More