Kamis 05 September 2019, 10:45 WIB

Siswa Pemicu Aksi Koboi Polisi Divonis Pembinaan

KG/J-3 | Megapolitan
Siswa Pemicu Aksi Koboi Polisi Divonis Pembinaan

Medcom.id
Ilustrasi penembakan

 

PENGADILAN Negeri Kota Depok menjatuhkan hukuman pembinaan terhadap Muhamad Fahrul Zachria bin Zulkarnain. Siswa SMA ini yang menyebabkan Bripka Rahmat Effendi ditembak Briptu Rangga Tianto hingga meninggal di Polsek Cimanggis akhir Juli lalu.

Vonis pembinaan yang diterima terdakwa diputuskan dalam sidang agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, kemarin. Vonis juga memerintahkan Fahrul dikeluarkan dari tahanan karena berstatus pelajar.

Saat ini dia masih duduk dibangku kelas 12 sekolah menengah atas (SMA) di Kota Depok. Selama delapan bulan ke depan Fahrul harus dibina pembimbing kemasyarakatan Kejaksaan Negeri Kota Depok.

Fahrul merupakan pemicu aksi koboi Briptu Rangga Tianto menembak Bripka Rahmat Effendi sebanyak tujuh kali di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis pada Kamis (25/7) petang.

Fahrul tertangkap saat tawuran pelajar dan dibawa ke Polsek Cimanggis oleh Bripka Rahmat, paman pelaku, Briptu Rangga datang dan meminta Fahrul dibebaskan. Permintaan itu ditolak dan menyebabkan Bripka Rahmat ditembak koleganya sendiri.

"Perkara terdakwa Fahrul telah inkracht atau berkekuatan hukum tetap," ujar Ketua Majelis Hakim Ramon Wahyudi sebelum menutup sidang.

Majelis hakim, jelas Ramon, menyatakan Fahrul terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menguasai, membawa senjata tajam.

Tindak kejahatan tersebut diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) UU No 12 Tahun 1951 jo UU RI No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Memerintahkan Fahrul ditempatkan di bawah pengawasan jaksa penuntut umum (JPU) selama delapan bulan serta memerintahkan kepada pembimbing kemasyarakatan untuk melakukan pembimbingan selama masa pengawasan, juga memerintahkan jaksa untuk mengeluarkan Fahrul dari tahanan," kata Ramon.

Ramon juga memerintahkan jaksa penuntut menyita barang bukti yang dimiliki Fahrul, berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit.

"Menetapkan barang bukti berupa 1 bilah senjata tajam jenis celurit yang terbuat dari pelat baja dengan gagang dililit lakban hitam dirampas untuk dimusnahkan," paparnya.

Sebelumnya, dalam sidang pembacaan tuntutan, jaksa menuntut Fahrul hukuman 10 bulan dan ditahan di panti sosial rehabilitasi anak Cileungsi, Kabupaten Bogor.Jaksa penuntut menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. (KG/J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More