Kamis 05 September 2019, 06:23 WIB

Jemaah Haji RI Mulai Nikmati Eyab di Bandara Madinah

Sitria Hamid | Haji
Jemaah Haji RI Mulai Nikmati Eyab di Bandara Madinah

MI/Siswantini Suryandari
Jemaah haji Indonesia di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz Madinah

JEMAAH haji Indonesia kloter 61 asal embarkasi Jakarta (JKS) menjadi yang pertama mendapatkan fasilitas layanan khusus kepulangan atau Eyab, di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Rabu (4/9).

Pemerintah Indonesia bersyukur adanya fasilitas itu, yang sebelumnya juga telah diberikan kepada jemaah haji Indonesia di Bandara Jeddah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Nizar Ali menyampaikan hal itu saat meninjau langsung fasilitas layanan Eyab di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Rabu (4/9).

"Jemaah haji Indonesia yang kebetulan dipilih pemerintah Saudi dari seluruh negara bersama Malaysia," kata Nizar Ali, yang meninjau Eyab bersama Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H Dasir dan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat.

Pemerintah, lanjut Nizar Ali, berharap fasilitas Eyab tersebut berlanjut dan dirasakan seluruh jemaah haji Indonesia.

Baca juga: Di Madinah, Beberapa Hotel Jemaah Haji Khusus Downgrade Status

Seluruh jemaah haji Indonesia, kata dia, semoga bisa mendapatkan layanan Eyab saat kepulangan di tahun mendatang.

"Patut kita syukuri dan kita upayakan ke depan agar supaya bisa meluas untuk yang lain," katanya lagi.

Sebanyak 28 kloter jemaah haji mendapatkan fasilitas layanan Eyab di Bandara Madinah. Jemaah haji tersebut, antara lain berasal dari embarkasi Jakarta (JKS) dan Surabaya ( SUB).

Selain embarkasi JKS (Jakarta) 61, embarkasi SUB (Surabaya) 55 dan SUB 57 juga mendapatkan fasilitas layanan khusus kepulangan atau Eyab, pada Rabu (4/9).

Layanan Eyab di Madinah diberikan pemerintah Saudi mulai 4 September hingga 11 September 2019. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More