Kamis 05 September 2019, 06:40 WIB

Mobil Listrik Wuling Mungil nan Canggih

Dero Iqbal Mahendra | Otomotif
Mobil Listrik Wuling Mungil nan Canggih

DOK. WULING MOTORS
Wuling Motors kembali ikut serta menampilkan dua tipe mobil listrik andalan, E 100 dan E 200.

Dari segi kecepatan, E 200 mampu melaju hingga lebih dari 100 kilometer per jam.

PADA Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, Wuling Motors kembali ikut serta menampilkan dua tipe mobil listrik andalan, E 100 dan E 200. Para pengunjung juga merasakan langsung dengan pengalaman berkendara mobil E 100 di area test drive pameran tersebut, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9)-Kamis (5/9).

"Kami masih dalam tahap memperkenalkan produk yang sudah dijual di luar negeri. E 200 sudah dipasarkan sejak 2018 di pasar domestik Tiongkok. E 200 merupakan mobil kedua yang dipasarkan Wuling di Tiongkok. Sebelumnya, ada E 100. Tipe E 200 merupakan pengembangan dari E100," tutur Produk Planning Wuling Motors Indonesia, Danang Wiratmoko, di Balai Kartini Jakarta, Rabu (4/9).

Danang menjelaskan tipe E 200 merupakan kendaraan bermotor listrik dengan berbasis baterai (battery electric vehicle). Kapasitasnya untuk dua orang sehingga desain mobilnya terkesan mungil, tetapi tetap kukuh.

Itu karena berdasarkan hasil riset pasar di Tiongkok sebesar 80% orang yang bepergian sehari-hari maksimal hanya dua orang semobil. Segmentasi pasar yang disasar E 200 ialah pekerja yang rutin bepergian dengan jarak dekat, yakni di bawah 80 kilometer.

Meskipun begitu, mobil itu didesain untuk mendukung perjalanan maksimal sejauh 250 kilometer dengan kondisi penuh daya. Kelebihannya yang lain, yakni kemudahan mengisi ulang energi baterai karena dapat langsung dilakukan di rumah atau kantor tanpa peralatan tambahan.

"Mobil ini dapat langsung dicas dengan listrik di rumah sehingga tidak perlu konversi apa pun. Voltase yang digunakan pun tidak berbeda dengan di Indonesia, yakni 220 volt sehingga tidak perlu penyesuaian," terang Danang.

Dari segi kecepatan, mobil mungil itu mampu melaju hingga lebih dari 100 kilometer per jam. Namun, kecepatannya akan dibatasi maksimal di angka tersebut dengan mempertimbangkan aspek keamanan.

Untuk fitur keamanan, E 200 cukup lengkap, mulai electronic stability control (ESC), rear parking sensor, parking camera, ISOFIX, SRS airbag, tire pressure monitoring system (TPMS), hingga sistem deselerasi ABS dan EBD. Bahkan, kendaraan tersebut sudah lulus uji tabrakan.

Fitur modern tidak ketinggalan disematkan pada E 200, seperti keyless entry, start stop button, electric parking brake (EPB), konektivitas bluetooth dan wifi, hingga intelligent auto driving. Mobil ini juga memiliki tiga mode berkendara, yaitu eco, normal, dan sport.

Terkait dengan kisaran harga jual, Danang mengungkapkan harganya di Tiongkok bila dikonversikan ke rupiah sekitar Rp93 juta-Rp98 juta. Asal tahu saja, angka tersebut merupakan harga yang sudah memperoleh berbagai insentif dari pemerintah setempat.

Fungsi parkir otomatis

Salah satu fitur menarik pada E 200, yaitu intelligent auto driving. Pasalnya, di 'Negeri Tirai Bambu' saat ini sedang dikembangkan koneksi antara mobil dan lingkungan sekitarnya, semisal tempat parkir.

E 200 dapat terkoneksi dengan smartphone pemilik sehingga dalam mencari tempat parkir tidak perlu dilakukan secara manual. Pengemudi cukup turun di lobi tempat kerjanya dan mencari tempat parkir terdekat yang tersedia dalam sistem.

Setelah memilih lokasi parkir, mobil dapat melaju secara auto pilot tanpa pengemudi menuju tempat parkir yang dipilih. "Setelah mobil tiba di lokasi parkir yang bersangkutan, mobil akan secara otomatis mematikan mesin, mengunci pintu, dan melipat kaca spion," tuturnya. Setelah selesai mobil akan mengirimkan notifikasi ke telepon genggam pemilik bahwa proses parkir sudah selesai. Fungsi yang sama juga bisa digunakan untuk memanggil kendaraan dari parkiran hingga menjemput sang tuan di lobi.

Dalam fungsi itu, mobil dapat mengenali markah jalan yang terstandar. Misalnya, mobil mengenali zebra cross sekaligus menilai keberadaan pejalan kaki yang melintas. Jika ada pejalan kaki melintas, kendaraan akan berhenti secara otomatis. (S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More