Rabu 04 September 2019, 19:30 WIB

Kekeringan, Mensos Salurkan 300 Paket Sembako ke Pulau Solor

Alexander P Taum | Nusantara
Kekeringan, Mensos Salurkan 300 Paket Sembako ke Pulau Solor

MI/Alexander P Taum
Bupati Flotim Anton Gege Hadjon menyerahkan proposal bantuan kepada Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia Pepen

 

KEKERINGAN yang terus melanda wilayah Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mendorong Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan sembako kepada warga wilayah tersebut. Kemarau berkepanjangan yang terus terjadi di wilayah itu menurunkan kuantitas stok pangan.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli mengatakan pihaknya telah menetapkan peristiwa kekeringan di Kabupaten Flores Timu sebagai bencana. Di wilayah itu terdapat 4.416 KK atau 22.082 Jiwa yang saat ini dikabarkan terdampak kekeringan.

"Pemerintah Kabupaten Flores Timur memang sudah menetapkan kekeringan yang menimpa 22.084 jiwa, sebagai bencana. Penetapan itu sudah dilakukan sejak pertengahan Mei lalu. Jumlah tersebut tersebar di 26 desa/kelurahan, pada 8 kecamatan di Kabupaten Flores Timur. Termasuk Pulau Solor, pada umumnya mengalami kekeringan yang berdampak pada penurunan ketahanan pangan di wilayah itu," ujar Wakil Bupati Agustinus Payong, Rabu (4/9).

Menurut Wabup Flotim, penetapan kekeringan sebagai bencana dimaksudkan agar pemerintah dapat memiliki pegangan hukum untuk menurunkan bantuan baik berupa ketersediaan air maupun pangan.

Baca juga: Kekeringan dan Alih Fungsi Sawah Turunkan Produksi Padi

Wabup mengaku sangat bersyukur dengan kepedulian Kementerian Sosial RI yang telah menyalurkan bantuan berupa 300 paket sembako kepada warga di Desa Lamakera, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flotim, Rabu (4/9) siang.

Sementara dalam lawatannya ke Desa Lamakera, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia Pepen Nasarudin menegaskan bantuan yang diserahkan kepada warga Desa Lamakera merupakan bentuk penguatan negara kepada warga yang tengah mengalami musibah di Pulau Solor.

"Kuatnya ketahanan keluarga, sosial kemasyarakatan, serta kesetiakawanan sosial di setiap jenjang komunitas negeri ini secara berjenjang dimulai dari keluarga dan desa. Hal ini akan membantu memberikan sumbangsih pada kuatnya ketahanan keluarga, sosial masyarakat dan kesetiakawanan sosial di Negara Kesatuan RI yang dicintai," ungkapnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More