Rabu 04 September 2019, 15:56 WIB

Kekeringan dan Alih Fungsi Sawah Turunkan Produksi Padi

Kristiadi | Nusantara
Kekeringan dan Alih Fungsi Sawah Turunkan Produksi Padi

MI/Kristiadi
Petani di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, membabat tanaman padi yang gagal panen (puso) untuk dijadikan pakan ternak sapi.

 

KEKERINGAN dan alih fungsi lahan mengakibatkan menurunnya hasil produksi padi petani di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sekitar 13.731 ton.

Kepala Seksi Produksi Pembenihan Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kota Tasikmalaya Deni Nugraha di Tasikmalaya, Rabu (4/9), mengatakan penurunan produksi padi itu akibat luas lahan kekeringan yang cukup luas.

Dia membandingkan, hasil produksi pada Januari-Juni 2018 mencapai 58.876 ton, Sedangkan pada periode yang sama tahun ini hanya mencapai 45.145 ton. Atau, terdapat selisih 13.731 ton.

"Kekeringan yang semakin meluas mengakibatkan 2.226 hektare dari 5.799 hektare jumlah lahan baku di Kota Tasikmalaya tidak bisa melakukan tanam," kata dia.

Apalagi, sambung dia, sebagian dari lahan baku tersebut telah digunakan untuk pembangunan jalan Lingkar Utara (Cibeureum-Sukaresik) dan Jalan Mangkubumi-Indihiang serta alih fungsi lahan menjadi perumahan seluas 600 hektare.

Baca juga: Ribuan Hektare Lahan Sawah Boyolali Dipastikan Gagal Panen

Deni mengungkapkan, kekeringan juga menyebabkan 43 hektare lahan sawah mengalami puso.

Dia menjelaskan, kekeringan juga telah mengakibatkan penurunan volume saluran irigasi.

"Kekeringan di areal persawahan tentu bukan kali pertama terjadi, tetapi di tahun sekarang ini terparah. Petani tidak lagi mampu mengalirkan air ke lahan pertanian karena suplai air di beberapa aliran memang telah menurun secara drastis," ujarnya. (X-15)
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More