Rabu 04 September 2019, 15:36 WIB

Ribuan Hektare Lahan Sawah Boyolali Dipastikan Gagal Panen

Widjajadi | Nusantara
Ribuan Hektare Lahan Sawah Boyolali Dipastikan Gagal Panen

MI/Widjajadi
Lahan padi di wilayah Boyolali utara sudah banyak yang puso di sepanjang musim kering tahun ini.

 

SEDIKITNYA 1.189 hektare lahan sawah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dipastikan gagal panen karena puso. Luasan tanaman pangan yang tidak bisa dijumput petani pada puncak musim kering ini naik drastis dibandingkan puso bulan yang hanya 237 hektare.

Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Boyolali Marsini memaparkan, lahan pertanian yang mengalami kekeringan semakin meluas dan menuju puso atau gagal panen.

Padi yang gagal diselamatkan, terutama yang jauh dari saluran irigasi. "Di sekitar lahan yang padinya puso itu tidak ada aliran sungai yang bisa dimanfaatkan untuk memompa air. Kebanyakan sawah ada di wilayah Kecamatan Simo, Klego, Sambi, dan Karanggede," ujar dia di Boyolali, Rabu (4/9).

Dikhawatirkan lahan yang gagal panen atau puso makin meluas. Pantauan terakhir 177 hektare padi mengalami kekeringan berat. Sejauh ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hingga Desember diperkirakan tak terjadi hujan.

"Kemarau tahun ini kemungkinan lebih panjang dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu musim kemaraunya tidak sepanjang ini, dan di musim kemarau masih terdapat hujan," imbuh dia.

Baca juga: Kebutuhan Listrik Untuk Ibu Kota Baru Mencapai 2,5 Giga Volt

Dinas Pertanian Boyolali sudah berupaya memberikan bantuan, seperti pembuatan sumur pantek. Namun, sumur pantek tersebut juga sudah mengering.

Yang masih bisa diupayakan adalah sumur dalam di wilayah Nogosari yang masih bisa diambil airnya. Petani juga masih giat membuat sumur sendiri di samping sawah.

Data Dispertan menunjukkan bahwa target produksi padi di Boyolali tahun ini sebanyak 295 ribu ton Gabah Kering panen (GKP). Meski sudah ribuan yang mengalami puso, diharapkan tidak banyak memengaruhi target produksi."Ya minimal mencapai target atau kurang sedikit (dari target produksi panen padi)," pungkasnya. (X-15)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More