Rabu 04 September 2019, 11:58 WIB

AP I Resmikan Fasilitas Keamanan Berteknologi Tinggi di Bali

Ihfa Firdausya | Nusantara
AP I Resmikan Fasilitas Keamanan Berteknologi Tinggi di Bali

ANTARA/Fikri Yusuf
Petugas memeriksa barang bawaan calon penumpang yang telah dipindai X-ray ATRS di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai

 

PT Angkasa Pura I (Persero) meresmikan fasilitas X-ray automated tray return system (X-ray ATRS) di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (3/9).

X-ray ATRS merupakan fasilitas pemeriksaan penumpang dan bagasi dengan menggunakan teknologi pemindaian tingkat tinggi (advanced technology).

Teknologi tersebut akan ditempatkan di area screening check point (SCP) di terminal keberangkatan internasional.

Alat itu akan meningkatkan jaminan keamanan, meningkatkan keakuratan, dan menurunkan stres akibat waktu antrean. X-ray ATRS ini juga akan mempercepat proses pemeriksaan barang dan calon penumpang.

Jika x-ray konvensional rata-rata hanya mampu memeriksa 155 tray per jam dengan maksimal barang diperiksa 235 tray, X-ray ATRS mampu memeriksa rata-rata hingga 285 tray per jam dengan kemampuan maksimum dapat memeriksa mencapai 410 tray per jam.

Baca juga: Dirjen Perhubungan Darat Kunjungi Korban Laka Tol Cipularang

Dari hasil data sampling yang diambil sebanyak 12 kali pada sore dan malam hari (jam sibuk operasional), didapatkan efisiensi sebesar 383% dibandingkan tanpa menggunakan fasilitas ATRS.

Fasilitas ini juga dapat menghemat waktu proses screening di SCP 2 sebanyak 3,83 kali lebih cepat dibandingkan tanpa menggunakan fasilitas ATRS.

“Bagi maskapai, x-ray ATRS juga memberikan beberapa keuntungan seperti meningkatkan kemampuan maskapai dalam menyelesaikan masalah terkait delay, meningkatkan tingkat ketepatan waktu keberangkatan dengan mengurangi antrean menumpuk di SCP 2 dan menghindari kerugian akibat delay yang disebabkan faktor proses pemeriksaan,” ungkap PT Angkasa Pura I dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Rabu (4/9).

Selain x-ray ATRS, juga diresmikan boarding pass scanner (flap barrier) dan autogate paspor (imigrasi).

Penggunaan x-ray ATRS dan autogate paspor (imigrasi) itu merupakan yang pertama di Indonesia dan wujud komitmen perusahaan terhadap upaya peningkatan pelayanan bandara yang berkelanjutan.

Saat ini, terdapat total 16 unit mesin autogate paspor (imigrasi), dengan 6 unit terdapat di terminal kedatangan internasional dan 10 unit di terminal keberangkatan internasional.

Total waktu yang dibutuhkan penumpang saat menggunakan mesin autogate ini hanya 30 detik, waktu yang relatif singkat untuk melewati melalui proses imigrasi.

Sedangkan boarding pass scanner saat ini terdapat 12 unit yang terletak di terminal keberangkatan internasional. Fasilitas ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi penumpang untuk dapat secara otomatis melakukan pemindaian boarding pass penumpang tanpa harus mengantri di tempat scanning manual.

Fasilitas ini dapat dipergunakan oleh penumpang yang membawa boarding pass dalam bentuk tercetak, ataupun masih dalam bentuk soft file dalam smartphone.

Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Selasa (3/9).

“Beberapa fasilitas baru ini akan mempercepat proses pemeriksaan, baik barang, penumpang, boarding pass, dan paspor untuk keperluan imigrasi sehingga berdampak pada bertambahnya tingkat kenyamanan calon penumpang ketika melakukan proses pemeriksaan di bandara,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Menurutnya, sebagai perusahaan penyedia jasa kebandarudaraan, Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk mengutamakan kenyamanan penumpang tanpa mengesampingkan aspek keamanan penerbangan.

“Salah satunya melalui implementasi fasilitas baru ini,” tutup Faik. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More