Rabu 04 September 2019, 09:50 WIB

KPK Tangkap Tangan Bupati Muara Enim

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Tangkap Tangan Bupati Muara Enim

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Bupati Muara Enim Ahmad Yani berjalan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang kali ini dilakukan di Palembang dan Muara Enim, Sumatra Selatan. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, OTT tersebut mengamankan empat orang yang di antaranya diduga Bupati Muara Enim Ahmad Yani. "Kami menduga terjadi transaksi terkait penyelenggara negara. Turut diamankan uang senilai US$35 ribu," kata Febri di Jakarta, kemarin.

Diduga, tangkap tangan tersebut terkait dengan suap proyek pembangunan dinas pekerjaan umum setempat. Selain menangkap seorang kepala daerah, Febri mengatakan, OTT yang dilakukan Senin (2/9) itu juga mengamankan pejabat pengadaan dan pihak swasta. Saat ini, empat orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan dan akan ditentukan status hukumnya dalam 1x24 jam.

Dalam menanggapi penangkapan tersebut, anak kedua Bupati Muara Enim yakni Naufal menyebut ayahnya dijebak. "Kami menganggap ini dijebak, jika ada oknum yang menyebarluaskan informasi tidak benar tolong diklarifikasi dulu," katanya.   

Namun, Naufal enggan menerangkan lebih lanjut jebakan yang dimaksud. Dirinya hanya menjelaskan jika ayahnya memang saat ini berada di Jakarta dalam rangka menjadi saksi kasus yang sedang diselidiki KPK.   

Ia membantah jika kejadian yang menimpa ayahnya tersebut merupakan OTT. Menurutnya, ayahnya sedang mengadakan rapat rutin mingguan pada saat KPK datang ke kantor Bappeda setempat. Meski demikian, ungkapnya, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan tetap mendukung ayahnya yang terakhir kali memberikan kabar pada Senin (2/9) sore. "Kami tidak ingin membesar-besarkan masalah ini karena kami masih menunggu klarifikasi," tambahnya.   

Sementara itu, sejak Selasa pagi, kediaman Bupati Muaraenim di Jalan Inspektur Marzuki tersebut tampak ramai dikunjungi beberapa tamu yang membawa mobil. (Dhk/Ant/DW/P-4)

Baca Juga

Ilustrasi

Komnas HAM: Perpres Terorisme Tak Boleh Lampaui UU

👤Faustinus Nua 🕔Senin 25 Mei 2020, 19:33 WIB
"Perpres-kan turunan dari UU. Isinya tidak boleh melampaui UU yang memerintahkan adanya Perpres itu. Pelibatan militer harus dalam...
Antara/Andreas Fitri Atmoko

Langgar Aturan Asimilasi, 135 Napi Kembali Masuk Bui

👤Insi Nantika jelita 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:28 WIB
"Total ada 135 narapidana asimilasi yang tertangkap kembali setelah mendapatkan kebijakan Kemenkumham akibat adanya...
Akun Facebook Ananda Naris

Soal Bendera Tiongkok Berkibar di Maluku Utara: False Context

👤Henri Siagian 🕔Senin 25 Mei 2020, 16:31 WIB
False context adalah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya