Rabu 04 September 2019, 07:20 WIB

Diduga Ada Bidang Jalan tidak Sesuai Kaidah Konstruksi

Andhika Prasetyo | Nusantara
Diduga Ada Bidang Jalan tidak Sesuai Kaidah Konstruksi

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Seorang wartawan mengambil gambar sebuah mobil minibus yang belum dievakuasi pascatabrakan beruntun di KM 91 Tol Cipularang.

 

KEMENTERIAN Perhubungan langsung melakukan analisis teknis kondisi ruas jalan di sekitar kilometer (Km) 89-Km 91 Tol Cipularang yang kerap menjadi lokasi kecelakaan.

Kemarin, Ditjen Perhubungan Darat dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dibantu para ahli dari ITB Bandung turun bersama-sama untuk merampungkan secepatnya analisis tersebut.

"Kalau nanti kami menemukan satu garis yang tidak sesuai kaidah konstruksi jalan pada umumnya, kami minta PT Jasa Marga untuk melakukan perbaikan. Tetapi paling tidak, kami minta Jasa Marga memberikan rambu peringatan di lokasi tersebut," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, kemarin.

Pada Senin (2/9) terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan di Km 89 sampai Km 91 Tol Cipularang. Delapan orang meninggal dunia dan 28 lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pukul 12.30 WIB tersebut.

Kapolres Purwakarta AKB Matrius mengatakan kecelakaan beruntun terjadi saat sebuah truk bermuatan tanah melaju dari arah Bandung menuju Jakarta.

"Saat melaju di jalan menurun dan menikung, pengemudi kendaraan itu diduga kehilangan kendali karena rem blong. Kendaraan terbalik dan melintang di badan jalan. Akibatnya, sejumlah kendaraan di belakang melakukan pengereman mendadak untuk mengurangi kecepatan. Nahas, beberapa mobil yang berhenti tersebut dihantam truk bermuatan tanah lain yang melaju kencang tidak terkendali  karena diduga juga mengalami rem blong," ujar Matrius.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan proses olah tempat kejadian perkara akan memastikan penyebab kecelakaan hingga menentukan tersangka dalam kasus tabrakan beruntun tersebut.

"Tidak boleh buru-buru, harus menunggu hasil traffic accident analysis (TAA) dulu. Dengan analisis dan proses pembuktian ilmiah, baru diketahui penyebab kecelakaan," ungkap Brigjen Dedi.

Polri memastikan proses tanggap evakuasi korban dan kendaraan dilakukan secepatnya untuk menghindari jatuhnya korban lain. Hingga kini dipastikan korban meninggal dunia mencapai 8 orang, 28 orang mengalami luka-luka, dan 4 di antaranya menderita luka ringan.

"Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Empat dari delapan korban meninggal dunia telah terindentifikasi, sedangkan empat korban lain masih menjalani proses autopsi. Belum teridentifikasi karena kondisinya terbakar," lanjut Dedi. (Pra/Fer/Gan/SM/X-3)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Warga di Satu Gang Kota Denpasar Diisolasi Total

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 27 Mei 2020, 11:03 WIB
Ada warga positif, satu gang diisolasi mulai 25 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan yakni sampai 8 Juni 2020. Artinya selama dua minggu...
ANTARA FOTO/Aji Styawa

Cuaca Buruk,Tanaman Padi di 7 Desa Terancam Gagal Panen

👤Alexander P Taum 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:43 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Nagekeo, NTT menyebabkan tanaman padi siap panen di tujuh desa...
MI/Kristiadi

Ratusan Kendaraan Masuk Jalur Gentong Dipaksa Putar Balik

👤Kristiadi 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:07 WIB
Tercatat ada 139 kendaraan roda empat dan roda dua yang diputarbalikkan di Jalur Gantong karena tidak memiliki surat izin masuk ke Jakarta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya