Rabu 04 September 2019, 07:30 WIB

Keputusan Pansel sudah Final

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Keputusan Pansel sudah Final

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami panitia seleksi capim KPK.Kedatangan pansel untuk menyerahkan 10 nama capim KPK kepada Presiden Jokow

 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan keputusan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) terkait dengan 10 nama yang sudah diserahkan ke Presiden Jokowi sudah final.

Menurut dia, dari proses awal pendaftaran hingga terpilihnya 10 nama tentu sudah melalui pertimbangan, termasuk adanya masukan dari masyarakat.

"Masa seleksi sejumlah itu sampai dengan 10 (nama) kan sudah panjang, di situlah peran masyarakat memberikan masukan. Masak mau mundur lagi," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Jika masih ada nama-nama yang dianggap bermasalah, kata Moeldoko, masih ada proses uji  kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR. "Kan DPR yang akan memilih lagi, ya kan begitu prosedurnya. Percayakan kepada DPR."

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani menyebutkan pihaknya tengah bersiap untuk melaksanakan uji  kelayakan dan kepatutan terhadap 10 calon yang akan diajukan pemerintah.

Menurut dia, setidaknya ada tiga fokus kriteria calon pimpinan yang bakal digali DPR.

"Pertama tentu integritas. Dalam integritas itulah kemudian soal-soal seperti rekam jejak itu akan kita lihat kembali," kata Arsul di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Selain soal integritas, Komisi III juga akan menggali kompetensi para calon. Aspek itu menyangkut penguasaan hukum pidana materiil maupun formil terkait pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). "Karena itu yang menjadi kompetensi absolutnya KPK," ucapnya.

Ketiga, DPR juga akan menilai jiwa kepemimpinan para calon. Hal itu dilakukan untuk memastikan 5 komisioner KPK terpilih merupakan tokoh yang kuat secara kepemimpinan sehingga tidak mudah diintervensi dari pihak luar. "Bukan chief in commanded, bukan para kepala yang diperintah, melainkan para kepala yang memerintah," ujarnya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif berharap sosok yang terbaiklah yang akan memimpin KPK di masa mendatang karena tantangan ke depan tentu akan semakin besar.

"Cari yang terbaik, telusuri rekam jejaknya selama ini. Apakah dia punya integritas atau tidak," kata Buya Syafii di Padang, kemarin.

Selain itu, sosok yang akan memimpin KPK harus memiliki visi yang jelas ke depannya, seperti  bagaimana langkah untuk menghilangkan sikap koruptif dan membangun sikap bangsa antikorupsi.

"Pokoknya cari yang terbaik dari yang terbaik," tukas Buya Syafii. (Mal/Uta/Fer/Ths/Ant/X-10)

Baca Juga

Setwapres

Wapres Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Mudik

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 03 April 2020, 15:38 WIB
"Kalau sudah fatwa ulama, masyarakat dengar, Pak. Karena banyak yang berdalih dengan ayat juga untuk menolak larangan mudik...
Dok.DPR

Anggota DPR Minta Pembahasan Omnibus Law Ditunda

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 15:38 WIB
Semua pihak harus bergotong royong mencari solusi dalam memerangi pademi Covid-19. "Kita harus...
Dok.DPR RI

Utamakan Penanganan Covid-19 daripada Omnibus Law

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 14:57 WIB
Fraksi PAN DPR, kata Daulay, menginginkan agar DPR RI memfokuskan membantu pemerintah menangani virus korona dan ada banyak yang bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya