Selasa 03 September 2019, 20:25 WIB

Jemaah Haji Nikmati Jalur Khusus Kepulangan di Bandara Madinah

Sitria Hamid dari Arab Saudi | Haji
Jemaah Haji Nikmati Jalur Khusus Kepulangan di Bandara Madinah

MCH 2019/Darmawan
Jemaah haji Indonesia

PEMERINTAH Arab Saudi kembali memberikan layanan jalur khusus kepulangan atau Eyab kepada jemaah haji Indonesia. Sebanyak 28 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia akan mendapatkan layanan Eyab di Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, pada 4 hingga 11 September 2019.

Jemaah haji Indonesia yang akan mendapatkan layanan Eyab tersebut berasal dari embarkasi Jakarta dan Surabaya.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Arsyad Hidayat, menyampaikan hal itu, di Madinah, Selasa (3/9).

"Rencananya ada sekitar 3 kloter untuk hari pertama. Setiap hari itu, ada 2 sampai 4 kloter," kata Arsyad seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Sitria Hamid, dari Madinah.

Menurut dia, jumlah kloter yang mendapatkan layanan Eyab itu berkurang dari rencana awal 32 kloter menjadi 28 kloter. Dengan jumlah jemaah turun dari 13.500 menjadi 12 ribu.


Baca juga: Raja Salman Beri Cek ke KBRI Riyadh Santunan Korban Crane


Namun, lanjutnya, meski ada perubahan tersebut, jumlah jemaah haji Indonesia yang mendapatkan fasilitas yang baru diberikan pada 2019 itu sudah sangat besar.

"Saya kira masih sangat banyak sekali ya meski terkurangi sekitar 1.600 dari total sebelumnya yaitu sebanyak 13.500," jelasnya.

Dia menyebutkan, berdasarkan pantauan di lapangan, persiapan layanan Eyab dari Pemerintah Arab Saudi sudah mencapai 80%. Penyiapan fasilitas dinilai berlangsung intens.

"Mereka berharap sekali untuk Madinah ini bisa jauh lebih baik dari pelaksanaan Eyab pada saat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah," jelas Arsyad lagi.

Dalam fasilitas Eyab tersebut, Pemerintah Arab Saudi menampilkan berbagai atraksi maupun informasi tentang kebudayaannya kepada para jemaah haji yang menunggu di bandara. Serta, berbagai pelayanan kenyamanan fasilitas bagi jemaah haji. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More