Selasa 03 September 2019, 19:05 WIB

Mengenal Antasena FCH 1.0, Mobil Hidrogen Garapan Mahasiswa ITS

Ghani Nurcahyadi | Otomotif
Mengenal Antasena FCH 1.0, Mobil Hidrogen Garapan Mahasiswa ITS

MI/Ghani
Mobil berbahan bakar hidrogen Antasena FCH 1.0

ERA mobil listrik memang belum masuk ke Indonesia, namun inovasi soal mobilitas terus berkembang di Tanah Air. Salah satunya ialah mobil konsep berbahan bakar hidrogen atau fuel cell garapan mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, Jawa Timur, bernama Antasena FCH 1.0.

Mobil itu bahkan sudah mengaspal sampai Surrey, Weybridge, Inggris, pada 2-5 Juli lalu untuk mengikuti ajang Shell Eco Marathon Eropa 2019.

General Manager Tim Antasena, Ghalib Abyan, mengatakan, mobil itu dikembangkan timnya selama setahun dengan masa pembangunan selama 3 bulan.

Sebelum mengaspal di Inggris, Antasena FCH 1.0 lebih dulu menggelinding di Sirkuit Sepang, Malaysia, untuk mengikuti ajang Shell Eco Marathon Asia 2019 pada 29 April-2 Mei lalu. Di sana, Antasena jadi runner-up untuk ketahanan energi dengan rata-rata konsumsi 90 kilometer/meter kubik hidrogen dengan kecepatan maksimal 50 km/jam.

"Kami menggunakan hidrogen karena belum banyak yang menjadikan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan padahal hidrogen merupakan energi terbarukan. Belum.banyak juga yang mengembangkan risetnya," kata Ghalib kepada Media Indonesia di ajang Shell Technology Forum, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9).


Baca juga: Tiga Wakil RI Melaju ke Final Cat Global Operator Challenge


Tenaga pendorong mobil berpenggerak roda belakang itu berada di bagian belakang dengan panel hidrogen yang tersambung juga dengan bagian kelistrikan mobil. Antasena FCH 1.0 menggunakan transmisi otomatis untuk akselerasi mobil.

Eksterior Antasena dibuat menggunakan material fiber yang ringan agar mobil bisa melaju cepat dan menghemat konsumsi bahan bakar. Berat total mobil itu pun tak sampai ratusan kilogram. Sementara sejumlah instrumen panel di dalam mobil dibuat dengan 3D printer.

Di bagian interior, Antasena FCH 1.0 hanya dilengkapi dengan satu tempat duduk yang berada di bagian tengah mobil. Seperti layaknya mobil balap kursi tunggal. Kursi Antasena berada hampir rata dengan bagian lantai mobil dan tidak bisa dimaju-mundurkan.

Ghalib memastikan, meski tujuan awal Antasena FCH 1.0 dibuat untuk bisa berkompetisi di ajang Shell Eco Marathon, pengembangan mobil yang masuk dalam kategori UrbanConcept itu akan terus dilakukan. Telebih pengalaman berlomba di Inggris ikut memberi ilmu baru bagi tim Antasena. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More