Selasa 03 September 2019, 18:55 WIB

Gubernur Papua: Terima Kasih Jokowi

Marcelinus Kelen | Nusantara
Gubernur Papua: Terima Kasih Jokowi

MI/Marcel Kelen
Gubernur Papua, Lukas Enembe, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tinggi kepada Presiden Joko Widodo.

 

GUBERNUR Papua, Lukas Enembe, memberikan  apresiasi dan ucapan terima kasih yang tinggi kepada Presiden Joko Widodo yang telah bertindak cepat dan memberikan perhatian yang tinggi atas sejumlah kejadian yakni demonstrasi menolak rasis yang berujung anarkis pada Kamis (29/8) lalu.

"Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi atas perhatiannya. Pak Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan rombongan sudah berkunjung ke sini dan mendata kerusakan serta siap membantu memperbaiki kerusakan. Itu sangat membantu kita pemerintah daerah. Kami sangat apresiasi," kata Gubernur yang didampingi istri, Yulce Wenda, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekda Papua Herry Dosinaen, serta sejumlah pejabat Forkopimda, kepada wartawan di ruangan VIP Bandara Sentani, Selasa (3/9).

Menurut Lukas, yang terjadi saat ini adalah keseriusan yang kuat dalam menjaga Papua dan NKRI.

"Kita juga sambut baik kedatangan Kapolri dan Panglima TNI yang akan berkantor di sini. Kita sama-sama jaga Papua, jaga Indonesia, dan jaga semuanya," tutur Lukas.

Terkait demo menolak rasis yang berakhir anarkis itu, Lukas menyebut dirinya bersama rombongan saat itu berada di Jawa Timur dan mendapatkan informasi akan adanya rencana demo.


Baca juga: Gubernur Sumsel Tunjuk Pelaksana Harian Bupati Muara Enim


"Kami minta dibendung hanya sampai di Waena (batas kota-red). Ternyata tak bisa dibendung dan mereka bisa begitu jahatnya merusak seperti itu. Padahal, saya dari Jatim sudah usahakan bendung dari sana, tidak tahu apakah ini ada orang atau oknum yang terlibat bermain sampai anarkis. Sudah terjadi kita sangat sesalkan. Saya harapkan ke depan tak ada lagi seperti itu, polisi jangan izinkan lagi. Tak ada demo-demo lagi," tegasnya.

"Aspirasi pemerintah daerah sudah teruskan jadi stop demo," sambungnya.

Terkait adanya aspirasi kelompok ingin pisah dari NKRI saat aksi demo, Lukas mengakui kelompok ini masih ada dan mereka membenceng aksi demo itu.

"Sekarang kita ajak semua masyarakat baik orang asli Papua, kaum orang Papua bukan asli dan semua pihak untuk kta gotong royong membersihkan dan membangun kota kita jadi lebih baik lagi dari sebelumnya," pintanya.

Sementara kondisi kantor pemerintahan yang rusak dan terbakar, termasuk Kantor Gubernur, yang ikut dijarah saat aksi anarkis itu, Gubernur menyebut sedang didata dan inventarisasi untuk ditindaklanjuti.

"Di Kantor Gubernur itu barang kita habis dijarah. Komputer dan lainnya, sedang inventarisir. Kita perbaiki dulu," ujarnya.

Sementara dari pantauan Media Indonesia, kondisi Kota dan Kabupaten Jayapura telah berangsur aman dan normal. (OL-1)

Baca Juga

MI/Suparji Rasban

Tarif Rapid Test di Brebes Capai Rp500 Ribu

👤SUPARDJI RASBAN 🕔Rabu 08 Juli 2020, 18:25 WIB
Tarif rapid test termurah di Brebes Rp450 ribu per orang. Jika ada tambahan pemeriksaan kesehaatan lainnya bisa mencapai Rp1...
AFP/FLORIAN PLAUCHEUR

Pemprov NTT akan Turunkan Biaya Rapid Test

👤Palce Amalo 🕔Rabu 08 Juli 2020, 18:20 WIB
Pemprov Nusa Tenggara Timur akan menurunkan harga rapid test covid-19. Sebelumnya biaya rapid test antibodi Rp250 ribu, kini menjadi Rp150...
MI/Yusuf Riaman

Pemprov NTB Minta Terus Lakukan Sidak di Pusat Keramaian

👤Yusuf Riaman 🕔Rabu 08 Juli 2020, 17:45 WIB
Wagub NTB meminta kepala pasar dan aparat berwenang terus melakukan kontrol agar masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya