Selasa 03 September 2019, 17:11 WIB

Presiden Minta Percepat Penerapan Peta Jalan Industri 4.0

Akmal Fauzi | Ekonomi
Presiden Minta Percepat Penerapan Peta Jalan Industri 4.0

Antara
Presiden Joko Widodo (kanan) bersiap memimpin rapat terbatas tentang Percepatan peta jalan penerapan industri 4.0 di Kantor Presiden.

 

Presiden Joko Widodo meminta percepatan implementasi peta jalan revolusi industri 4.0. Hal itu dinilai penting untuk mendongkrak investasi dan ekspor.

“Ini juga tentu untuk menuju ke negara industri yang tangguh kita harus berani berubah, berani melakukan berbagai lompatan dan langkah-langkah terobosan," kata Jokowi dalam rapat terbatas percepatan penerapan jalan industri 4.0 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/9).

Baca juga: Khabib Optimistis Buat Terkapar Penantangnya, Dustin Poirier

Jokowi secara langsung menagih implementasi peta jalan penerapan industri 4.0 yang sudah diluncurkan pemerintah pada April 2018 lalu dalam rangka menghadapi perubahan dunia.

"Saya ingin mendengar laporan implementasinya dan ini kita perlukan agar langkah kita menghadapi perubahan global yang sangat cepat," kata Jokowi.

Pemerintah menjadikan lima industri nasional sebagai fokus implementasi industri 4.0 di tahap awal. Kelima industri prioritas tersebut ialah industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, elektronik, dan kimia.

Presiden meminta jajaran terkait untuk berkonsentrasi dalam membenahi dan memperbaiki struktur industri prioritas tersebut untuk mendorong peningkatan ekspor dan investasi. Selain itu, langkah tersebut juga bisa mewujudkan pembukaan sepuluh juta lapangan kerja baru di tahun 2030.

"Saya yakin kalau kita konsentrasi memperbaiki struktur industri nasional kita sehingga makin kuat, maka kita akan mampu meningkatkan PDB secara signifikan dan terutama mendorong peningkatan ekspor dan investasi,” terangnya. (Mal/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More