Selasa 03 September 2019, 16:40 WIB

Pemerintah Perlu Yakinkan Milenial soal Pindah Ibu Kota

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Pemerintah Perlu Yakinkan Milenial soal Pindah Ibu Kota

MI/AGUS M
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun

 

SURVEI Media Survei Nasional (Median) mencatat mayoritas penduduk di bawah usia 40 tahun tidak setuju dengan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Sementara itu, publik yang usianya di atas 40 tahun justru lebih setuju dengan rencana tersebut.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyampaikan pemerintah perlu menjelaskan dan menyosialisasikan alasan yang tepat terkait keputusan pemindahan ibu kota kepada publik yang berusia di bawah 40 tahun atau mayoritas generasi milenial. Alasan yang selama ini disampaikan pemerintah terkait pemindahan ibu kota, dikatakannya, tidak bisa diterima oleh kaum milenial.

"Logika pemerintah bahwa dengan memindahkan tempat kerja, ibu kota, kemudian segala sesuatu menjadi lebih efektif, efisien, itu ngga masuk di kultur milenial. Anda sekarang bisa bekerja di mana saja, bisa dari rumah. Logika memindahkan secara fisik pusat pemerintahan agak bertentangan dengan kultur milenial," kata Rico dalam rilis survei Median di Jakarta, Selasa (3/9).

Baca juga: Presiden Akan Bentuk Badan Otorita Urus Pemindahan Ibu Kota

Dalam survei Median, 63,8% responden yang berusia di bawah 20 tahun tidak setuju dengan pemindahan ibu kota. Begitu pula dengan responden yang berusia 20-29 tahun sebesar 50,9% juga tidak setuju dan 51,6% responden yang berusia 30-39 pun tidak setuju dengan pemindahan ibu kota.

Lebih lanjut, Rico menyampaikan alasan pemerintah selama ini terkait pemindahan ibu kota justru lebih mengena bagi responden yang berusia di atas 40 tahun hingga 60 tahun ke atas. Sebanyak 46,8% responden yang berusia 40-49 menyatakan setuju dengan pemindahan ibu kota. 51,3% responden yang berusia 50-59 pun setuju ibu kota pindah. Respons yang sama juga didukung oleh responden yang berusia di atas 60 tahun sebesar 68%.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More