Senin 02 September 2019, 17:45 WIB

Pandi segera Jual Domain My.id

Syarief Oebaidillah | Teknologi
Pandi segera Jual Domain My.id

Ist
Nama domain .id yang segera dijual Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) ke pasaran.

DALAM rangka meningkatkan jumlah pengguna nama domain .id, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) selaku .id registry melakukan strategi pemasaran khusus dengan menerapkan harga jual sampai kepada end user di kisaran US$1 untuk nama domain my.id.

Ketetapan harga ini akan diimplementasikan mulai 17 September mendatang. My.id bukan saja untuk dipasarkan di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri. Selain di sisi harga, proses pendaftaran my.id tidak diperlukan verifikasi dokumen apa pun, kecuali verifikasi email yang harus masih aktif.

Ketua Pandi, Yudho Giri Sucahyo, menilai bahwa my.id memiliki keunikan tersendiri bagi penggunanya. Domain tersebut dinilai pas untuk dipergunakan sebagai alamat blog dan atau email pribadi semua orang di mana pun berada.

"Domain my.id itu menarik dan sangat seksi, karena merepresentasikan 'My International Domain' atau 'my identity', hal ini menjadikan my.id dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengidentikasikan identitas diri di jagat maya yang berlaku bagi setiap personal di mana pun di seluruh dunia," ujar Yudho, dalam keterangannya, Senin (2/9).

 

Baca juga: Terapkan Praktik Internet Aman

 

Selain my.id, nama domain yang akan ditawarkan ke pasar internasional adalah biz.id, dan .id, di mana domain-domain tersebut juga dipasarkan di dalam negeri.

Sedangkan nama domain yang hanya dipasarkan di dalam negeri ialah .co.id, ac.id, sch.id, web.id, ponpes.id, or.id, net.id, go.id, mil.id dan desa.id.

Sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, .id Registry akan tunduk pada regulasi yang ditetapkan.

"Kami akan patuh terhadap aturan hukum di Indonesia, jika dikemudian hari ada domain .id yang digunakan untuk penyebarluasan perihal pornografi, perjudian, children abused, sara, dan sebagainya. Maka kami akan menggunakan hak untuk men-suspend atau mematikan domain .id tersebut," pungkas Yudho. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More