Senin 02 September 2019, 22:15 WIB

NTT Bantu Benih bagi Lahan Puso

PO/FB/UL/AD/JS/RF/LD/N-2 | Nusantara
NTT Bantu Benih bagi Lahan Puso

MI/AMIRUDDIN ABDULLAH
Lahan sawah mengalami kekeringan.

 

GAGAL panen karena kemarau panjang membuat banyak petani merugi. Namun, petani di Nusa Tenggara Timur bisa sedikit berlega hati karena pemerintah provinsi menganggarkan dana Rp1,5 miliar untuk pengadaan benih.

“Benih hanya akan diberikan untuk petani yang sawahnya gagal panen, tapi masih bisa memungkinkan ditanami lagi, karena ada air dari sumur terdekat. Sawah yang tidak mendapat air, untuk saat ini tidak mendapat bantuan benih,” ujar Kepala Dinas Pertanian John Oktavianus, di Kupang, kemarin.

Selain benih, Pemprov NTT juga membagikan pompa air. Selain itu juga menyiapkan 250 ton beras untuk warga yang menderita rawan pangan.

Bantuan beras juga sudah disiapkan untuk warga di Kabupaten Flores Timur yang mengalami rawan pangan. “Tahun lalu tidak ada stok beras bencana. Tahun ini, kami siapkan karena musim kemarau yang lebih panjang,” ujar Kepala Bulog Larantuka, Piter De Haan.

Beras, lanjutnya, akan dibagikan jika sudah ada permintaan dari pemerintah daerah, sebagai bentuk bantuan tanggap darurat bencana. “Stok beras kami masih cukup sampai tiga bulan ke depan.”

Kekeringan juga menyebabkan produksi padi dari berbagai daerah menurun drastis. Bulog NTT mengaku serapan beras dari petani baru mencapai 36,33% atau 2.289 ton dari target 6.246 ton selama 2019. “Ini dampak kekeringan,” keluh juru bicara Bulog NTT Zulkarnaen.

Serapan juga semakin berkurang karena harga beras di tingkat petani sudah mencapai Rp8.030 per kilogram, lebih tinggi daripada HPP Rp7.300. “Tapi, kami tetap optimistis, sampai akhir tahun, penyerapan sesuai target.”

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Indramayu dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Di Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, dari prediksi tanam 6.400 hektare, riil luas tanaman hanya mencapai 4.000-an hektare.

Di Tasikmalaya, dari 13 ribu hektare lahan tanam, 2.510 hektare terdampak kekeringan dan 1.012 hektare lainnya gagal panen.

“Hasil panen tahun ini merosot 30 ribuan ton dari tahun lalu,” ungkap Ida Hindarsah, petugas Dinas Perta-nian. (PO/FB/UL/AD/JS/RF/LD/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More