Senin 02 September 2019, 18:35 WIB

Ansor Gembleng Ratusan Kader Terbaik di Ponpes Asuhan Ma'ruf Amin

Antara | Nusantara
Ansor Gembleng Ratusan Kader Terbaik di Ponpes Asuhan Ma

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberikan keterangan kepada wartawan.

 

KETUA Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, pihaknya menggembleng kader muda Nahdlatul Ulama (NU) dari seluruh Indonesia di Pondok Pesantren asuhan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, KH Ma'ruf Amin.

Gus Yaqut --sapaan akrabnya-- mengatakan, peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) VII yang merupakan jenjang tertinggi di Ansor itu dipilih melalui proses seleksi yang sangat ketat. Penentuan peserta ditetapkan tim instruktur dan jajaran pimpinan Ansor.  

"Lewat PKN ini kami merekrut kader-kader muda Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU) dengan latar belakang dan spesifikasi tertentu di berbagai bidang," katanya seperti dikutip Antara, Senin (2/9).

Adapun PKN VII itu digelar di Pondok Pesantren An Nawawi, Tanara, Kabupaten Serang, Banten, asuhan KH Ma'ruf Amin.

Gus Yaqut berharap para peserta PKN dari seluruh Indonesia itu nantinya mampu menjawab kebutuhan organisasi dan bangsa ini di masa depan.  Dia mengatakan PKN yang digelar pada 3-7 September 2019 tersebut akan diikuti 130 kader Ansor seluruh Indonesia. Adapun acara rencananya dibuka langsung KH Ma'ruf Amin.  


Baca juga: Lima Nagari Mandiri Pangan Dibentuk


Menurut Gus Yaqut, bangsa Indonesia di masa mendatang sangat membutuhkan sosok-sosok muda yang berjiwa tangguh dan mampu bertindak cermat dalam mengatasi persoalan yang kian kompleks. Pemimpin yang tangguh tidak sekadar mumpuni secara intelektual, tetapi juga matang dalam spiritual dan emosionalnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dia mengatakan PP GP Ansor tak henti menggembleng kader-kader terbaiknya agar selalu siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

Dia mengatakan terdapat tiga tantangan bangsa pada lima tahun mendatang, yakni munculnya generasi baru, digitalisasi segala aspek kehidupan dan tren intoleransi serta radikalisme.

"Selain harus siap menghadapi tantangan tersebut, GP Ansor juga harus tetap konsisten meneguhkan sikap sebagai pengawal eksistensi Islam 'ahlussunnah waljamaah an nahdliyah' dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

GP Ansor, lanjut dia, juga dituntut mampu menganalisa dengan cermat berbagai tantangan tersebut dan merumuskan langkah yang taktis dan strategis guna menjawab kebutuhan zaman. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More