Senin 02 September 2019, 18:45 WIB

Imigrasi Terus Awasi Aktivitas WNA di Papua

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Imigrasi Terus Awasi Aktivitas WNA di Papua

ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Prajurit Korps Marinir TNI AL berjaga di Pelabuhan Jayapura, Papua.

 

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) mengawasi aktivitas Warga Negara Asing (WNA) di seluruh wilayah Indonesia terkhusus di daerah yang sedang terjadi gejolak seperti di Papua. Empat WNA asal Australia telah dideportasi karena terbukti menyalahgunakan izin tinggal untuk berwisata dengan mengikuti aksi massa dan membawa bendera Bintang Kejora.

Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Sam Fernando mengatakan pengawasan orang asing dilakukan oleh bagian khusus bernama Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora). Tim ini berhasil mengungkap empat orang warga Australia yang melanggar izin tinggal dan akan terus mengawasi warga asing lain.

"Lewat Timpora kita memonitoring aktivitas warga asing supaya tidak menyalahgunakan visa yang mereka miliki. Ketika melanggar maka kami tidak segan memberikan sanksi seperti yang diberikan kepada empat warga Australia," kata Sam Fernando kepada Media Indonesia, Senin (2/9).

Baca juga: Empat WNA Australia Dideportasi Karena Terlibat Demo di Papua

Menurut dia, Direktorat Jenderal Imigrasi tidak sembarangan dalam menjatuhkan sanksi deportasi. Seluruh prosedur dilalui termasuk mencari bukti kuat ketika mendapatkan informasi pelanggaran yang dilakukan warga asing di seluruh pelosok negeri.

"Contohnya, kita pulangkan empat orang warga Australia karena terbukti menyalahgunakan izin tinggal untuk berwisata dengan mengikuti aksi masa menuntut Papua merdeka serta membawa bendera Bintang Kejora," paparnya.

Langkah itu, lanjut dia, bagian dari tugas Imigrasi dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan.

"Hal serupa terus kita lakukan terhadap aktifitas warga asing di semua wilayah termasuk di Papua. Kita bahu-membahu bersama seluruh lembaga dan institusi dalam rangka menjaga stabilitas keamanan," pungkasnya.

Sebelumnya, empat WNA asal Australia yang dideportasi terdiri dari satu laki-laki yakni Baxter Tom berusia 37 tahun dan lainnya perempuan yaitu Davidson Cheryl Melinda 36 tahun, Hellyer Danielle Joy berusia 31 tahun dan Cobbold Ruth Irene berusia 25 tahun. Mereka turut serta dalam demonstrasi yang mengatasnamakan Orang Asli Papua (OAP) menuntut kemerdekaan di kantor Walikota Sorong, Papua, Selasa (27/8).

Proses deportasi keempatnya dilakukan pada Senin (2/9) melalui Bandar Udara DEO Kota Sorong dan diterbangkan menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6197 menuju Bali melalui Makassar.

Seluruh WNA akan dipulangkan menuju Australia menggunakan pesawat Qantas QF.44. Sementara Davidson Cheryl Melinda akan berangkat ke Australia tanggal 4 September 2019 menggunakan pesawat Virgin Australian Airline pukul 15.45 WITA.dan Virgin Australian Airline.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More