Selasa 03 September 2019, 12:55 WIB

Upacara Barazanji Rangkaian Upacara Adat untuk Kapal Pinisi

Galih Agus Saputra | Weekend
Upacara Barazanji Rangkaian Upacara Adat untuk Kapal Pinisi

MI/Galih Agus Saputra
Pembuatan kapal pinisi.

MASYARAKAT di Panrangluhu dan Bulukumba pada umumnya selalu mengawal proses pembangunan Kapal Pinisi dengan serangkaian upacara adat. Pada saat peletakan lunas misalnya, akan digelar upacara Barazanji yang dipimpin oleh pemuka adat atau agama untuk membacakan serangkaian doa dan kenduri. Hal serupa juga akan dihelat kembali setelah pembuatan lambung kapal.

Setelah itu, masyarakat akan menggelar serangkaian upacara untuk melepas kapal pinisi ke laut. Upacara yang terakhir ini cukup panjang karena dimulai sejak malam sebelum kapal dilepas. Mula-mula, masyarakat akan menggelar upacara 'Appasili', di mana upacara ini lebih tepatnya disebut proses tolak bala (mengusir aura jahat demi keselamatan di laut).

Keesokan harinya, masyarakat akan kembali menggelar upacara Barazanji. Puncak upacara adat akan diakhiri dengan prosesi Ammossi, dimana pada kesempatan ini pemuka adat akan membuat pusar di tengah-tengah lunas (bagian terbawah) kapal. Pemberian pusar dimaksudkan untuk memberi tanda bahwa pada hari tersebut telah terlahir kapal yang siap terjun ke laut. Proses pelepasan kapal ke laut juga dilakuan secara tradisional, dimana ratusan orang akan menyeretnya menggunakan tambang.

"Tapi setelah semua itu selesai, bukan berarti proses pembuatan kapal juga sudah selesai. Masih ada satu tahap lagi yang perlu dilewati yaitu pemasangan layar. Pemasangan layar ini kita lakukan dengan membawa kapal ke pelabuhan," kata Konsultan Teknik dan Interior Kapal Pesiar PT. Sinar Harapan Bahari, Andi Nur Fajar.

Andi juga sempat menuturkan bahwa dewasa ini pemesan kapal tidak hanya datang dari Beijing, namun juga Australia. Sementara untuk dalam negeri, pemesan biasa datang dari Labuan Bajo dan Bali meski sebagian besar adalah perantara (broker).

Harganya pembuatan tiap kapal pinisi bisa bermacam-macam dan tergantung dari permintaan pemesan. Khusus Angelic, ia dibanderol dengan harga Rp12 miliar dengan durasi pengerjaan kurang lebih satu tahun. Volumenya 8 x 35 meter, dengan kapasitas mesin 600 tenaga kuda dan bertonase kotor 260 GT. Dengan spesifikasi demikian, kata Andi, Angelic dapat mengangkut 12 orang penumpang, bersama 5 orang yang terdiri dari Kapten dan anak buah kapal. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More