Minggu 01 September 2019, 22:40 WIB

Terapkan Praktik Internet Aman

MI | Teknologi
Terapkan Praktik Internet Aman

Ilustrasi
Internet

PENINGKATAN jumlah pengguna internet serta perusahaan di Indonesia yang melakukan digitalisasi membuat mereka semakin rentan pula dalam keamanan berselancar di dunia maya. Menurut laporan penelitian Symantec, baru-baru ini, 58% koneksi atau lalu lintas web di Indonesia tidak terenkripsi.

Badan Siber dan Sandi Negara melaporkan bahwa pada 2018 teridentifikasi lebih dari 230 juta upaya serangan dunia maya yang menargetkan Indonesia. Pada saat bersamaan, studi baru menunjukkan bahwa teknologi kuantum dapat memecahkan enkripsi standar lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Hal itu menimbulkan bahaya yang sangat nyata bagi dunia usaha maupun individu. Karenanya, terdapat kebutuhan untuk mempersiapkan para konsumen serta masyarakat agar menerapkan praktik internet yang aman seperti memahami berbagai jenis sertifikat dan otentikasi," tutur Senior Vice President DigiCert untuk Asia Pasifik, Ray Garnie, Jakarta, pekan lalu. 

Selain itu, DigiCert membantu perusahaan dalam penerapan internet of things (IoT) yang menjamin keselarasan dengan teknologi masa depan. Penyedia TLS/SSL, public key infrastructure, serta solusi IoT terkemuka di dunia itu pun menjalin kerja sama dengan Microsoft Research dan sejumlah pihak lain untuk meningkatkan pemahaman tentang algoritme enkripsi dalam komunikasi yang tahan serangan komputer kuantum. 

Namun, menurut Ray, komputer kuantum hingga saat ini belum mampu memecahkan algoritme enkripsi. Ia memprediksi ancaman tersebut mungkin akan terjadi dalam jangka waktu kurang lebih 10 tahun mendatang.

"Secara global, hampir 90% perusahaan Fortune 500 merupakan pelanggan DigiCert. Kami mengamankan lebih dari 26 miliar koneksi web setiap hari, termasuk Indonesia," ungkap Ray. 

Di Indonesia, DigiCert melayani ratusan organisasi dan lembaga serta perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, e-commerce, manufaktur, layanan kesehatan, hingga media. Untuk melayani basis pelanggan yang lebih luas dan menyediakan keamanan digital secara lebih baik, pihaknya memiliki kemitraan strategis dengan PT Anugrah Damai Pratama Solusi. (S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More