Minggu 01 September 2019, 22:00 WIB

Makin Banyak Perusahaan Pakai IoT

Haufan Hasyim Salengke | Teknologi
Makin Banyak Perusahaan Pakai IoT

Ist
Teknologi IoT

PARA  pelaku usaha dalam tiga tahun terakhir mulai mencari tahu tentang internet of things (IoT) dan kegunaan teknologi tersebut untuk efisiensi bisnis mereka. Kini implementasi IoT dalam berbagai usaha mulai terlihat.

Karena itu, sejumlah pihak meyakini bahwa IoT dapat mendorong ekonomi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, lebih cepat lagi. IoT merupakan internet yang menghubungkan sejumlah benda sehingga dapat menghasilkan data yang dibutuhkan secara langsung. 

IoT terdiri dari tiga bagian utama yaitu sensor, konektivitas, dan data. Di dalamnya juga termasuk blockchain, kecerdasan artifisial, dan data analytic.

Berdasarkan survei yang dilakukan AIBP, jumlah perusahaan di Indonesia yang mengimplementasikan solusi IoT pada 2018 sebesar 27%. "Persentase responden tersebut meningkat jauh dibandingkan 2016 yang hanya 10%," ujar Project Manager Asia IoT Business Platform, Felix Fernando, dalam konferensi Asia IoT Business Platform (AIBP) ke-32 di Jakarta, pekan lalu.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, menyebutkan bahwa Proyek Palapa Ring yang telah selesai bulan ini membuat seluruh ibu kota kabupaten terkoneksi dengan pipa fiber optik. Berbagai operator dari Telkom dan beberapa perusahaan juga telah menjangkau ke penghujung desa.

"Hanya tinggal sedikit area yang belum tersentuh konektivitas. Jadi kalau kita bicara isu konektivitas untuk IoT tidak relevan lagi, justru yang kita tunggu yaitu kehadiran solusi pada ekosistem," ungkap Ismail.


Pemanfaatan data

Ia berpendapat hal paling krusial saat ini untuk meningkatkan ekosistem IoT yaitu sumber daya manusia. Dengan keberadaan sumber daya manusia yang kompeten, solusi yang dilahirkan mereka juga sesuai dengan kebutuhan.

Hal krusial selanjutnya, kata Ismail, terkait cara memanfaatkan data yang tersedia, di luar data pribadi. Data-data itu sejatinya tersebar di berbagai sektor industri. 

Semua data itu sepatutnya didigitalkan supaya dapat diolah menjadi informasi yang bernilai bagi kebutuhan segala kalangan. "Dengan demikian, data tersebut, misalnya, dapat membantu untuk mengembangkan usaha menengah, kecil, dan mikro," tutur Ismail.
Peran pemerintah dalam hal itu, yakni menyusun regulasi yang tepat, terutama tentang kepemilikan dan aksesibilitas data. 
Pemerintah juga terus bekerja sama dengan asosiasi IoT untuk memperoleh sumber daya manusia supaya membantu pembuatan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia.

Sejumlah perusahaan turut memamerkan solusi IoT dalam AIBP. Salah satunya, Indosat Ooredoo, yang menghadirkan manajemen armada NEXTfleet. Teknologi yang disempurnakan dengan perangkat sensor ini menjawab tantangan spesifik, seperti solusi transportasi publik, manajemen sampah mobile, dan solusi bus sekolah.

Ada pula Telkom yang menawarkan antara lain kWh meter pintar. Dengan solusi ini, banyaknya penggunaan listrik pada bulan bersangkutan dapat diketahui tanpa petugas perlu datang ke lokasi. Ini karena teknologi tersebut akan mengirimkan informasi yang diperlukan. (S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More