Minggu 01 September 2019, 12:45 WIB

Pemda Flotim-SAR Berkoordinasi Cari Korban Tabrakan Kapal

Alexander P Taum | Nusantara
Pemda Flotim-SAR Berkoordinasi Cari Korban Tabrakan Kapal

MI/Ferdinandus Rabu
Korban Tabrakan Kapal di Flores Timur Masih Dicari: oleh tim SAR.

 

WAKIL Bupati Flores Timur, NTT, Agustinus Payong Boli, terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk mencari korban hilang dalam peristiwa tabrakan KM Fantasi Express, Sabtu (31/8).

Korban yang diketahui bernama Sulaiman, warga Desa Lohayong I, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, tenggelam dan belum ditemukan. Sulaiman adalah pemilik perahu jenis ketinting yang sedang melaut di selat Solor, sekitar perairan Watanpao, Desa Beloto, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

"Pemerintah Kabupaten Flores Timur bertanggung jawab terhadap pencarian korban dan terus berkoordinasi dengan TNI Polri, Tim SAR dan lain-lain. Kita berharap korban masih hidup dan bisa ditemukan," ujar Agustinus Payong Boli yang juga berada di dalam KM Fantasi Express saat tabrakan terjadi.

Baca juga: Korban Tabrakan Kapal di Flotim Masih Dicari

Selain bertanggung jawab dalam proses pencarian, Agustinus berjanji akan memberi perhatian kepada keluarga korban. Ia pun akan mengunjungi keluarga korban yang ditinggalkan di Desa Lohayong I, Kecamatan Solor Timur. Melalui Media Indonesia, Wabup meminta agar kelurga korban terus berdoa dan bersabar sampai pihak berwenang menghentikan pencarian.

"Keluarga korban juga menjadi perhatian pemda dan berharap berdoa serta bersabar," ungkapnya.

KM. Fantasi Expres 88 yang bertolak dari Larantuka menuju ke pelabuhan laut Lewoleba, Sabtu (31/8), pukul 13.30 Wita, menabrak sebuah perahu motor yang sedang memancing di selat Solor sekitar perairan Watanpao, Desa Beloto, Kecamatan Adonata Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT. Satu nelayan dikabarkan hilang dan sedang dalam pencarian aparat berwenang.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More