Sabtu 31 Agustus 2019, 00:30 WIB

PKS Tangkis Cawagub DKI dari Gerindra

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
PKS Tangkis Cawagub DKI dari Gerindra

MI/Putri Yuliani
Politikus PKS yang duduk di DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi

 

BULAN madu Partai Gerindra dengan PKS kian menghambar. Perbedaan pandangan antara kedua partai tak terelakkan, terutama terkait dengan sosok calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI yang semula disepakati dari PKS, tetapi kini Gerindra menggoreng nama baru.

Politikus PKS yang duduk di DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, menolak keras nama baru yang diusulkan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono.

"Bagi PKS masih kedua nama itu. Sampai hari ini pengusulan dua nama baru dari Arief Poyuono belum sampai di meja saya dari DPP PKS. Jadi biarkan itu menjadi (bagian) internal Partai Gerindra," tandas Suhaimi, Jumat (30/8).

Pada Februari 2019, kedua partai sudah mengunci nama Achmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai calon pengganti Sandiaga Uno yang mundur dari Wagub DKI Jakarta. Achmad dan Agung berasal dari PKS.

Suhaimi yang ditunjuk menjadi wakil ketua DPRD DKI periode 2019-2024 menyatakan penggantian cawagub hanya bisa dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya rapat paripurna pemilihan wagub di DPRD DKI deadlock atau pemilihan tidak terlaksana karena jumlah peserta tidak kuorum.

Jika demikian, bisa diartikan anggota DPRD menolak dua nama cawagub. Kedua partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada 2017, yakni Partai Gerindra dan PKS, selanjutnya berunding untuk menentukan kelanjutan pemilihan dengan mengajukan dua nama baru cawagub.

Setelah setahun lebih tiada kepastian Cawagub DKI, Arief Poyuono mengusulkan pensiunan polisi atau TNI mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan. Pertimbangannya agar bisa menciptakan ketertiban di Jakarta.

Ia menyebutkan sosok mantan Deputi Basarnas Mayjen Tatang Zaenudin dan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan yang saat ini menjabat Sekjen Lemhannas.

Tatang, menurut Poyuono, berpengalaman di Basarnas. Utamanya saat pencarian Air Asia yang jatuh di perairan Kalimantan Tengah. Komjen Iriawan juga punya segudang prestasi, misalnya saat menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Barat dan mengawal keamanan Pilkada Jakarta 2017.

"Kedua tokoh ini akan saya ajukan ke DPP Gerindra untuk bisa didorong sebagai calon Wagub DKI Jakarta," kata Arief.

 

Bisnis

Anggota DPRD DKI Jakarta Merry Hotma menetapkan kriteria Cawagub DKI Jakarta harus berlatar belakang bisnis dan ekonomi. Menurut Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD DKI periode 2009-2014, pendamping Anies untuk tiga tahun tersisa masa pengabdian harus mahir membaca dinamika perekonomian Jakarta.

Selain itu, wagub juga harus bisa mengubah fokus Jakarta dari pusat pemerintahan dan bisnis menjadi pusat bisnis saja. Pasalnya, nanti Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota. Jakarta akan menjadi pusat bisnis dan ekonomi.

"Tentu ada hal-hal yang harus dibangun. Manajeman perencanaan sejak awal menyikapi situasi bilamana tidak lagi menjadi ibu kota, Jakarta sudah tinggal jalan," kata Merry.

Di sisi lain, Merry menegaskan PDIP mendukung penuh agar pemilihan wagub DKI menjadi prioritas utama DPRD DKI periode 2019-2024 yang telah dilantik Senin (26/8). (J-1) 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More