Jumat 30 Agustus 2019, 13:45 WIB

Taksi Daring di Jakarta Capai 9200, Tiga Kali Lipat Transjakarta

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Taksi Daring di Jakarta Capai 9200, Tiga Kali Lipat Transjakarta

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Rambu informasi perluasan ganjil genap Tomang-Slipi mulai terpasang di Simpang Tomang, Jakarta Barat

 

JUMLAH angkutan taksi daring di Jakarta mencapai 9.200 unit. Jumlah ini hampir tiga kali lipat dari jumlah bus Transjakarta baik yang beroperasi di dalam koridor maupun non koridor.

Rupanya, hal inilah yang membuat Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo enggan mengecualikan taksi daring dalam pembatasan kendaraan pribadi melalui plat nomor kendaraan ganjil genap yang baru diujicobakan perluasannya selama dua pekan ini.

"Yang sudah tertib kita berikan rekomendasi ada 9.200. Itu jumlahnya melebihi bus Transjakarta kita yang sebanyak 3.359 unit," kata Syafrin di Balai Kota, Jumat (30/8).

Baca juga: Taksi Daring Akan Diberi Tanda untuk Pengecualian Ganjil-Genap

Namun, Syafrin pun melunak. Setelah adanya demonstrasi yang dilakukan oleh aliansi pengemudi taksi daring pada 19 Agustus silam, ia memutuskan untuk merencanakan mengecualikan taksi daring dari ganjil genap.

Namun, karena terbentur aturan penandaan fisik, Syafrin hingga kini belum mengecualikan taksi daring dari aturan ganjil genap yang juga berlaku di ruas-ruas jalan yang bersinggungan dengan pintu tol tersebut.

"Sekarang masih. Dan itu baru jumlah yang ada di Jakarta saja, belum yang dari Bogor, Depok, dan Tangerang," tegasnya.

Di sisi lain, tanpa penanda fisik, mustahil mengecualikan taksi daring dari ganjil genap. Sebabnya, sulit bagi petugas di lapangan untuk membebaskan taksi daring dari ganjil genap.

Sementara itu, uji coba perluasan ganjil genap di 16 ruas jalan yang sudah berlangsung sejak 12 Agustus terus dilanjutkan. Uji coba direncanakan berakhir pada 6 September. Sementara itu perluasan ganjil genap secara resmi akan dimulai 9 September mendatang. Pada saat itu, kendaraan roda empat plat hitam yang melanggar akan terkena sanksi tilang dengan denda maksimal Rp 500 ribu.(OL-4)

Baca Juga

MI/Ramdani

Jika Jakarta Dikarantina: Pemerintah Butuh Rp8,4 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:55 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Demokrat, Mujiyono mengungkapkan jika Jakarta diputuskan untuk dikarantina, maka pemerintah membutuhkan...
MI/Ramdani

Jika Jakarta Dikarantina, Pemerintah Harus Menyiapkan Ini

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:40 WIB
Pasokan pangan harus terjamin, transportasi publik harus beroperasi, lalu RS, puskesmas, apotek dan klinik tetap buka. Itulah skema yang...
MI/Andri Widiyanto

Minta Warga Tidak Mudik, Anies: Sayangi Keluarga di Kampung

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 29 Maret 2020, 12:08 WIB
Mengingat Jakarta sudah menjadi episentrum virus korona, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga tidak pulang ke kampung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya