Jumat 30 Agustus 2019, 07:45 WIB

Presiden Segera Bertemu Tokoh Papua

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Presiden Segera  Bertemu Tokoh Papua

BIRO PERS ISTANA/SETPRES
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi TK Theresia, Sorong, Papua Barat, April 2019 lalu

 

SEIRING aksi anarkistis yang terus berlanjut di Papua, Presiden Joko Widodo menegaskan pihaknya akan segera menemui tokoh Papua.

“Sebetulnya minggu ini kami rencanakan, tapi belum memungkinkan dan akan kami lakukan dalam waktu yang secepatnya, baik tokoh muda, tokoh adat, dan tokoh agama,” kata Jokowi sebelum menyaksikan pergelaran wayang kulit di Alun-Alun Purworejo, Jawa Tengah, tadi malam.

Sejumlah gedung dilaporkan terbakar saat terjadi unjuk rasa di Jayapura, kemarin. Unjuk rasa yang dimulai sejak pagi tersebut mulai bubar setelah dipukul mundur aparat gabungan TNI dan Polri dengan menggunakan gas air mata sekitar pukul 18.00 WIT.  

Sejumlah gedung terbakar, yaitu Gedung Majelis Rakyat Papua, Gedung Telkom Group, dan Kantor Pos Jayapura. Bangunan Kantor Bank Indonesia Perwakilan Papua, RS Provita Jayapura, Mal Jayapura, dan pertokoan yang berada di sekitarnya juga dilempari dan dirusak massa pengunjuk rasa.

Menurut anggota Majelis Rakyat Papua Ustaz Tony Wanggai, Gedung MRP terbakar sekitar pukul 14.00. Tony  mengatakan seluruh anggota MRP saat itu  sedang berada di luar Papua karena tengah melakukan kunjungan kerja.  

Di sisi lain, sebagian masyarakat memilih bermalam di Pangkalan Utama TNI Angkat­an Laut (Lantamal) X di kawasan Hamadi, Jayapura, setelah terjadi unjuk rasa rusuh di kawasan tersebut.   

Presiden Jokowi memerintahkan Menko Polhukam, Kapolri, Kepala BIN, dan ­Panglima TNI mengambil tindakan tegas kepada siapa pun yang melanggar hukum dan pelaku tindakan anarkistis juga rasialis di Papua.

“Saya terus mengikuti dan juga saya sudah mendapatkan laporan situasi terkini di Papua pada khususnya di Jayapura,” kata Jokowi.

Kepala Negara meminta masyarakat juga tenang dan tidak melakukan tindakan anarkistis. Jokowi menegaskan pemerintah akan terus berkomitmen memajukan Papua baik di bidang fisik maupun SDM agar semuanya agar Papua bisa lebih maju dan lebih sejahtera. “Saya mengajak semua ketua dan tokoh adat, ketua, tokoh agama, kaum muda Papua untuk mewujudkan Papua yang maju dan tetap damai,” pinta Jokowi.

Sebelumnya,  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayawijaya di Hotel Rimba Papua, Timika, Rabu (28/8).

 

 

Tolak referendum
Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyatakan tuntutan dilakukan referendum di Papua tidak pada tempatnya karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final.  

Papua dan Papua Barat, katanya, ialah wilayah sah dari NKRI sehingga wacana referendum tidak perlu dikemukakan lagi.    Wiranto mengatakan Kesepakatan New York atau New York Agreement yang pernah dilaksanakan pada 1960 sudah mengisyaratkan bahwa Irian Barat atau Papua dan Papua Barat saat ini sudah sah jadi bagian NKRI.

“Karena itu, NKRI sudah final, NKRI harga mati, termasuk Papua dan Papua Barat,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Gubernur Jambi Fachrori Umar menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Serda Kav Rikson Edi Chandra, 38, warga Jl Nuri I RT 25, Kelurahan Jelutung, Kota Jambi, yang gugur saat bertugas mengamankan aksi massa yang berujung rusuh di Kantor Bupati Deiyai, Papua, baru-baru ini. (SL/PS/Ant/X-4)

Baca Juga

ANTARA

Pakar: Perubahan RUU HIP jadi PIP dapat Dipertimbangkan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 09:37 WIB
Pengaturan PIP dalam UU harus dipastikan guna meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Pancasila. Bukan menjadikan Pancasila...
medcom.id

Pelaku Usaha Ingin RUU Cipta Kerja Disahkan

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:45 WIB
Ketua Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan semangat RUU Cipta Kerja adalah memudahkan...
Dok Kejagung

Jaksa Segera Rampas Aset Buronan Honggo Wendratno

👤RO/Micom 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:24 WIB
Honggo Wendratno divonis 16 tahun dan membayar uang pengganti USD128...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya