Kamis 29 Agustus 2019, 20:21 WIB

Pemerintah Gencarkan Pemeriksaan Sampah Impor

Dhika kusuma winata | Humaniora
Pemerintah Gencarkan Pemeriksaan Sampah Impor

Antara/ Hafidz A Mubarak
Rosa Vivien Ratnawati

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melanjutkan pemeriksaan kontainer sampah impor yang ada di berbagai wilayah.

Hal itu untuk menjamin sampah impor untuk bahan baku daur ulang dalam kondisi bersih dan tidak tercampur sampah domestik yang akan membebani lingkungan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, sejak 26 Agustus pihaknya bersama Bea Cukai telah memeriksa 1.398 kontainer limbah kertas dan plastik.

Pemeriksaan terbanyak ada di Batam yakni sebanyak 532 kontainer. Adapun sisanya tersebar di Banten, Tanjung Priok (Jakarta), dan Jawa Timur.

"Dari hasil pemeriksaan dilakukan reekspor (pemulangan) 120 kontainer karena di dalamnya juga berisi limbah domestik," kata Rosa, Kamis (29/8).

 

Baca juga: KLHK Kebut Kajian Lingkungan Ibukota

 

Ia menegaskan, Indonesia sebagai peratifikasi Kovensi Basel yang belum lama ini diamandemen telah menyepakati pengetatan perdagangan limbah secara global. Melalui amendemen tersebut, eksportir limbah harus mendapatkan persetujuan dari negara tujuan sebelum mengirim sampahnya.

"Amandemen Konvensi Basel menguatkan Indonesia yang tengah gencar menangani sampah impor dengan pengetatan regulasi. Perdagangan limbah antar negara harus lebih ketat dan ada notifikasinya kepada negara," imbuh Rosa. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More