Kamis 29 Agustus 2019, 19:20 WIB

Pemindahan Ibu Kota Bisa Tingkatkan Perekonomian Domestik

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
Pemindahan Ibu Kota Bisa Tingkatkan Perekonomian Domestik

Ilustrasi
Pemindahan Ibu Kota

 

INDEPENDENT Financial Planner Melvin Mumpuni menilai, perpindahan ibu kota akan meningkatkan perekonomian Indonesia. Sebab, pembangunan ibu kota baru akan menguntungkan para pemilik tanah, pengusaha properti, serta menyerap banyak tenaga kerja.

"Logikanya adalah ketika ada suatu perpindahan besar di ibu kota yang baru, kan di situ belum ada bangunan sama sekali banyangin aja kalau misal itu tanah kosong akan dibangun banyak bangunan di situ, berarti ada perusahaan-perusahaan yang punya tanah juga dapat untung, yang bangun juga untung, tapi yang paling keren adalah banyak tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kerja di sana," terang Melvin saat ditemui di Menara Bank Central Asia (BCA), Jakarta, Kamis (29/8).

Baca juga: Pembangunan Ibu Kota Baru Harus Perhatikan Lingkungan

Dia memperkirakan, pemindahan ibu kota yang rencananya akan dilakukan pada 2024 mendatang, akan meningkatkan angka konsumsi sehingga pertumbuhan ekonomi berpotensi naik meski di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bahkan Melvin memandang pemindahan ibu kota merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan perekonomian domestik.

Soal biaya pemindahan ibu kota sebesar lebih dari Rp400 triliun akan menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi.

"Menurut saya itu salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, jadi konsumsi dalam negerinya naik," katanya.

Dia optimistis pemerintah mampu merealisasikan target pemindahan ibu kota hanya dengan menggunakan 19% dana dari APBN.

"Masih memungkinkan harusnya, karena kalau ekonomi makro itu pasti mereka (pemerintah) sudah hitung harusnya bisa," tegasnya. (Aiw/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More