Kamis 29 Agustus 2019, 16:33 WIB

Dukung Pemindahan Ibu Kota, Mabes Polri Siap Pindah

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Dukung Pemindahan Ibu Kota, Mabes Polri Siap Pindah

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian mengatakan telah mendapatkan laporan terkait pemindahan ibu kota ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Oleh karena itu, pihaknya juga memastikan kesiapan untuk memindahkan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Kita sudah mendengar pengumuman dari Bapak Presiden bahwa ibu kota pindah Kalimantan Timur, dalam desain itu Mabes juga pindah ke sana," kata Tito, di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/8).

Baca juga: Untuk Efek Jera, Bea Cukai Jambi Musnahkan Barang Ilegal

Prinsipnya, Polri akan mendukung kebijakan dari Presiden. Termasuk mengamankan daerah itu supaya tidak terjadi spekulasi yang kemudian berkompetisi menimbulkan konflik.

"Kita menjaga situasi masyarakat di sana agar welcome dan tidak menimbulkan konflik, resistensi," sebutnya.

Polri juga akan membuat desain kantor dan asrama berdasarkan green design yang dibuat oleh pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah

"Tetapi teknis-teknis apa yang diperlukan dalam bentuk bangunan itu, satuan mana tentunya kita akan konsultasi," terangnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan ibu kota negara baru yang terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kukar, dan Kecamatan Sepaku, di Kabupaten Penajam Paser Utara, di Propinsi Kalimantan Timur.

Pembangunan ibu kota negara yang baru ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp466 triliun, yang akan digunakan untuk pembangunan gedung-gedung legislatif, yudikatif, eksekutif, Istana Negara, bangunan TNI serta Polri, gedung sekolah dan perguruan tinggi, hingga sarana kesehatan dan fasilitas umum lainnya. Akan dibangun pula rumah dinas untuk ASN dan TNI serta Polri. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More