Kamis 29 Agustus 2019, 13:42 WIB

Bea Cukai Yogyakarta Gagalkan Masuknya Ratusan Butir 'Happy Five'

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Bea Cukai Yogyakarta Gagalkan Masuknya Ratusan Butir

Istimewa/Bea Cukai
BEA Cukai Yogyakarta gelar konferensi terbongkarnya upaya penyelundupan narkotika di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

 

BEA Cukai Yogyakarta gelar konferensi pers pada Rabu (28/08) terkait terbongkarnya upaya penyelundupan narkotika di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyindikan Kantor Wilayah Bea Cukai Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gatot Sugeng Wibowo, menjelaskan kronologi penindakan narkotika tersebut.

“Penindakan ini terjadi pada tanggal 27 Juli 2019. Petugas Bea Cukai gagalkan penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial RDA (22) yang merupakan penumpang pesawat Air Asia nomor penerbangan AK-346 asal Malaysia,” ungkap Gatot.

Saat dilakukan pemeriksaan badan atau body tapping oleh petugas, lanjut Gatot, tersangka kedapatan membawa lima bungkus plastik berisi 484 butir psikotropika jenis 'happy five' dan 9,5 butir narkotika jenis ekstasi yang disembunyikan di dalam breast holder (bra). Narkotika itu disinyalir akan diedarkan  tersangka RDA,22, yang bertempat tinggal di Surabaya.

Petugas Bea Cukai bersama petugas AAU Lanud Adisutjipto dan Angkasa Pura I melakukan pemeriksaan awal dan selanjutnya wewenang penanganan perkara tersebut dilimpahkan kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih mendalami apakah ada orang lain yang bekerja sama dengan tersangka dan apakah kasus ini merupakan jaringan internasional narkotika.

“Dengan menggagalkan penyelundupan ini, Bea Cukai menekan potensi peredaran narkotika yang berasal dari luar negeri pada masyarakat luas. Kami imbau masyarakat untuk selalu membentengi diri dan mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika, salah satunya dengan melaporkan tindakan mencurigakan kepada aparat penegak hukum," tegas Gatot.

"Kami juga berharap sinergi yang baik antar aparat penegak hukum terus berjalan dan selalu dapat ditingkatkan, untuk mengamankan masyarakat dari ancaman barang haram tersebut,” tutur Gatot. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More