Rabu 28 Agustus 2019, 23:40 WIB

Hubungan Jepang-Korut Memburuk

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Hubungan Jepang-Korut Memburuk

AFP
Uji coba rudal milik Korea Utara

 

HUBUNGAN Jepang dengan Korea Utara terus memburuk setelah Jepang meyakini Korut tengah mengembangkan hulu ledak untuk menembus perisai rudal yang melindungi Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang, Takeshi Iwaya, mengungkapkan Korut tengah mengembangkan rudal balistik jarak pendek. Uji coba rudal jarak pendek yang digencarkan Pyongyang belakangan ini memang mengkhawatirkan Jepang sebagai tetangga Korea Utara.

Bulan ini, Pyongyang diketahui melakukan tujuh uji coba rudal balistik jarak pendek. Salah satu di antaranya dilaporkan terbang cukup jauh hingga mampu mencapai Jepang.

Pada pekan lalu, harian Rodong Sinmun memuat foto pemimpin Korut, Kim Jong-un, pada acara peluncuran rudal terbaru. Kim berdiri sambil tersenyum lebar di depan truk pengangkut rudal. Foto lainnya menunjukkan rudal tengah ditembakkan dari kendaraan tersebut.

Menurut Vipin Narang, profesor dari Massachusetts Institute of Technology di AS, peluncuran pekan lalu itu tampaknya merupakan sistem rudal baru keempat yang dibuat Pyongyang. "Ini kampanye besar yang dilakukan oleh Kim," ungkapnya.

Dalam dua tahun terakhir, Pyongyang membuktikan kemampuan dalam meluncurkan rudal balistik jarak menengah dan panjang yang berpotensi mengarah nuklir. Pengembangan senjata berpotensi menghantam wilayah Jepang dan Amerika Serikat.

Jepang dan sekutunya, yaitu Amerika Serikat, mempunyai kapal perusak Aegis yang dikerahkan di Laut Jepang. Armada itu dipersenjatai rudal pencegat yang dirancang untuk menghancurkan hulu ledak di luar angkasa.

Tokyo juga berencana membangun dua meriam Aegis berbasis darat untuk meningkatkan perisai rudal balistik.

Akan tetapi, sistem pertahanan tersebut dirancang melawan proyektil pada lintasan reguler yang dapat diprediksi, sedangkan rudal baru Korut memiliki variasi jalur penerbangan yang sulit dihadang. Jepang dan AS dilaporkan tengah menganalisis peluncuran rudal terbaru Korea Utara.

Sementara itu, AS telah menyetujui penjualan rudal anti-balistik senilai US$3,3 miliar ke Jepang. Keputusan itu menyusul serangkaian uji coba rudal balistik yang digencarkan Korea Utara.

Kementerian Pertahanan AS mengungkapkan rencana Jepang untuk membeli 73 rudal SM-3 Block IIA buatan Raytheon. Senjata dirancang untuk ditembakkan dari sistem kapal Aegis.

 

Rapat DK PBB

Dewan Keamanan PBB juga telah melakukan rapat membahas tindakan Korea Utara atas permintaan Jerman, Prancis, dan Inggris. Tiga negara Eropa itu mengutuk uji coba rudal Pyongyang yang provokatif karena melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Sanksi internasional harus tetap diberlakukan secara penuh, setidaknya sampai Korea Utara menghentikan program nuklir dan rudal balistik. Dewan Keamanan PBB harus menjaga persatuan dan menegakkan resolusinya," demikian bunyi pernyataan bersama Jerman, Inggris, dan Prancis.

Perundingan antara AS-Korut soal rudal nuklir menemui jalan buntu, setelah pertemuan di Vietnam beberapa waktu lalu tidak membuahkan hasil. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More