Rabu 28 Agustus 2019, 17:03 WIB

Syamsuddin Haris Sebut Isu Agama tidak Laku dalam Pemilu

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Syamsuddin Haris Sebut Isu Agama tidak Laku dalam Pemilu

MI/Insi Nantika Jelita
Syamsuddin Haris (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi hasil survei mengenai Pemilu Serentak 2019 dan demokrasi di Indonesia

 

PENELITI senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menuturkan isu agama tidak dijadikan preferensi atau tidak laku bagi pemilih dalam memilih calon legislatif baik tingkat DPR dan DPRD pada Pemilu Serentak 2019.

"Hal ini bisa dilihat dari hasil Pileg 2019, total perolehan partai berbasis Islam hanya mendapatkan 30,5%. Ini merosot ketimbang dari pemilu 2014 yang mendapatkan 31-41%. Seperti PKS, PPP dan PBB gagal menyeimbangi suara partai-partai nasionalis," ujar Syamsuddin di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (28/8).

Menurutnya, fenomena tersebut karena partai politik berbasis Islam tidak sepenuhnya memperjuangkan nilai-nilai islam

Adapun pernyataan Syamsuddin berdasarkan hasil survei nasional dari LIPI soal hasil pemilu serentak dan demokrasi Indonesia. Disebutkan sebanyak 54,2% responden tidak sepakat apabila isu agama dipakai dalam politik, sedangkan 32,9% yang setuju bahwa isu agama dapat digunakan dalam pemilu karena agama.

Baca juga: Hasil Survei LIPI: 74% Publik Nilai Pemilu 2019 Menyulitkan

Kemudian hasil survei lainya juga menyebutkan dari 46% responden berpendapat rangkaian Aksi Bela Islam yang terjadi pada 2016 adalah aksi murni sebagai jawaban atas terganggunya kepentingan identitas mereka, bukan gerakan politik.

Lalu hasil survei LIPI menyebut 52,7% responden mengaku tidak keberatan untuk memilih caleg yang berbeda agama dalam Pemilihan legislatif 2019, sedangkan 40% responden keberatan memilih caleg yang berbeda agama.

Konteks lain menyebut sekitar 80% responden menilai saat ini ada kelompok masyarakat yang mengalami diskriminasi atau diperlakukan tidak adil.

Survei dilakukan dengan mewawancarai akademisi, politisi parpol, jurnalis senior, pengurus asosiasi penguasaha, tokoh agama, budayawan. Sampel survei berjumlah 1.500 responden dengan margin of erorr sebesar 2,53%. Pengumpulan data survei publik dilakukan melalui wawancara tatap muka di 34 Provinsi.(OL-5)

Baca Juga

Dok MI

Polri Selidiki Pelanggaran Kampanye Cagub Mulyadi di Pilgub Sumbar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 24 November 2020, 17:25 WIB
Pelapor sendiri dugaan pelanggaran ialah paslon nomor urut empat, Yogi Ramon Setiawan. Yogi membuat laporannya di Bawaslu RI dan telah...
MI/MOHAMAD IRFAN

Ahli Paparkan Dampak Hukum Surat Jalan Palsu Joko Tjandra

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 November 2020, 17:20 WIB
Pembuktian kasus, menurut saksi ahli, harus memastikan buktinya berupa surat jalan palsu diperlihatkan ke majelis...
MI/SUSANTO

Anies Baca How Democracies Die, Firli Singgung Why Nations Fail

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 24 November 2020, 16:40 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan buku itu mengungkap salah satu sebab negara gagal yakni...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya