Rabu 28 Agustus 2019, 11:42 WIB

Kuasai Teknologi Industri Pertahanan Sebagai Wujud Bela Negara

mediaindonesia.com | Kemhan
Kuasai Teknologi Industri Pertahanan Sebagai Wujud Bela Negara

Istimewa
Acara Pembukaan Kegiatan Ilmiah 2019 dalam rangkaian Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-24, Senin (26/8) di Sanur, Bali.

MENTERI Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menjadi keynote speaker pada acara Pembukaan Kegiatan Ilmiah 2019 dalam rangkaian Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-24, Senin (26/8) di Sanur, Bali. Rangkaian Peringatan Hakteknas ke-24 tersebut diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Menhan pada kesempatan tersebut memberikan keynote speaker dengan tema 'Inovasi Industri Pertahanan Dalam Rangka Memperkuat Bela Negara'. Menhan menyampaikan bahwa inovasi dan penguasaan teknologi dalam mengembangkan industri pertahanan untuk menunjang ketersediaan alat peralatan pertahanan dan keamanan merupakan tanggung jawab dan komitmen bersama, sebagai anak bangsa sebagai salah satu perwujudan dari bela negara.

Lebih lanjut Menhan berharap kepada generasi muda Indonesia, akademisi dan teknokrat-teknokrat untuk dapat melakukan inovasi-inovasi dan berbagai terobosan pembangunan teknologi industri pertahanan guna menjawab tantangan perkembangan teknologi masa kini yang begitu pesat dan sarat dengan nuansa kompetisi global.

Mewujudkan visi menjadi produsen alutsista yang dapat berkiprah di kancah internasional, bukanlah suatu yang ambisius tetapi sebuah realita optimistis yang harus diwujudkan bersama. Karena bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah bangsa pejuang yang memiliki kreativitas dan potensi besar untuk berinovasi dan mengembangkan produk-produk dalam negeri berteknologi canggih.

Menurut Menhan, inovasi industri pertahanan akan dapat mengakselerasi proses pengadaan kebutuhan alutsista TNI guna memperkuat postur kekuatan pertahanan negara yang diperhitungkan sebagai kekuatan pemukul strategis dalam parameter kekuatan pertahanan di kawasan dan dunia.

“Kemandirian industri pertahanan juga akan dapat membantu proses pertumbuhan dan kemandirian ekonomi dalam negeri yang sejalan dengan Visi Nawa Cita Presiden RI,” tambah Menhan.

Seperti halnya di negara-negara lain, kemampuan dalam industri pertahanan menjadi salah satu ciri negara-negara yang maju secara ekonomi. Amerika Serikat, Inggris, Rusia, dan Prancis adalah beberapa contoh negara yang memiliki industri pertahanan maju.

“Kekuatan industri pertahanan yang dimiliki suatu negara juga mencerminkan kekuatan ekonomi negara tersebut,” jelas Menhan.

Langkah konkrit Kemhan dorong kemandirian industri pertahanan

Sementara itu, sebagai wujud komitmen Kemhan guna menjamin keberlanjutan kebijakan Pemerintah yang prokemandirian industri pertahanan yang kuat serta guna mendorong industri nasional agar berpartisipasi dalam industri pertahanan, Menhan mengungkapkan bahwa Kemhan telah mengambil langkah-langkah konkrit.

Langkah-langkah konkrit tersebut di antaranya, mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 triliun pinjaman dalam negeri untuk industri pertahanan nasional BUMN strategis seperti PT Pindad, PT PAL, PT DI, PT LEN, dan lainnya.

Mendukung kemajuan BUMN Strategis sebagai pelaku ToT, Pemenuhan Komponen Lokal dan Offset dengan cara BUMN dan Mitra Lokal menjadi ‘Lead Integrator’ atas produk-produk alutsista asing yang terpaksa dibeli, sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Selanjutnya, mendorong perusahaan Swasta Nasional (BUMS) untuk bermitra dengan BUMN strategis dalam hal alih teknologi (ToT) dan muatan lokal.

Dan, terakhir mengupayakan pembelian alutsista luar negeri untuk memberikan nilai tambah untuk industri non alutsista karena Indonesia mempunyai posisi tawar yang sangat tinggi.

Kegiatan Hakteknas 2019 yang akan berlangsung sampai dengan 28 Agustus 2019 tersebut dibuka secara resmi oleh Menristek Dikti Mohamad Nasir dan mengangkat tema 'Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0'.

https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2019/08/tmp_9021-IMG_20190826_194411691505412.jpg

Pada kesempatan tersebut ditandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kemhan dan Kemenristek Dikti tentang Pendidikan, Riset, Penguatan Inovasi dan Pengabdian Masyarakat di Bidang Kesehatan. MoU tersebut ditandatangani oleh Menhan dan Menristek Dikti. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More