Selasa 27 Agustus 2019, 20:00 WIB

Horor dan Komedi Hitam di Ready Or Not

Fathurrozak | Weekend
Horor dan Komedi Hitam di Ready Or Not

IMDB
Salah satu adegan dalam film Ready or Not yang tengah tayang di bioskop.

FILM Ready or Not ini mungkin jadi sudah cukup membuat penasaran para pengguna medsos. Sebabnya iklan film ini cukup gencar, terutama di Facebook.

Kisahnya mengenai ritual aneh keluarga kaya pembuat mainan, Le Domas. Saat ada anggota keluarga yang menikah maka saat tengah malam sesudah pesta, keluarga itu akan berkumpul untuk bermain. Ritual itu diturunkan sejak buyut Le Domas dan dipercaya menjadi kunci kelanggengan usaha mereka.

Alur film bermula dari Alex Le Domas (Mark O'Brien) yang baru saja menikah dengan kekasihnya yang berasal dari bukan keluarga darah biru, Grace (Samara Weaving). Entah apes atau memang sudah diatur, Grace yang didaulat mengambil kartu pilihan permainan, mendapat kartu permainan petak umpet (hide and seek).

Petak umpet ini mengantar pada horor menegangkan Ready Or Not. Seluruh anggota keluarga Le Domas nyatanya membawa senjata mematikan dan bersungguh-sungguh untuk membantai Grace. Skenario film yang ditulis Guy Bussick dan Ryan Murphy ini menyuguhkan adegan-adegan gore, namun juga punya irisan dark comedy. Misalnya saja, ketika Emilie (Melanie Scrofano) saudara kandung Alex dan Daniel Le Domas (Adrian Brody) salah mengarahkan target sasaran pada para pelayan Le Domas.

Adegan-adegan itu terkesan gore namun sekaligus memberi sentuhan komedi. Bukan karena pembantaiannya, tetapi dari cara tokoh yang tewas sia-sia, juga kedunguan Emilie. Ditambah cara keluarga itu merespons kematian para nelayan.

Pada adegan-adegan selanjutnya, duo sutradara Matt Bettinelli-Olpin, Tyler Gillett semakin menegaskan konsep horor gore yang diramu dengan dark comedy tadi. Hal ini membawa kesegaran jika dibanding dengan film-film horor berkonsep jumpscare atau yang membangun ketegangan lewat adegan yang berubah atau sosok yang muncul tiba-tiba.

Di satu sisi, ritual aneh keluarga kaya Le Domas mungkin mengingatkan pada The Hunt yang mundur tayang akibat insiden penembakan di Amerika Serikat dan Meksiko. The Hunt juga menceritakan mengenai perburuan oleh orang kaya pada 12 orang-orang 'tercela' yang dianggap pilihan. Film yang dibintangi Emma Roberts itu disebut membawa pesan satir pada kondisi sosio-politik di Amerika.

Ready Or Not menempatkan Grace yang kebetulan berasal dari kalangan bawah dan sepanjang film diburu. Hal ini seolah jadi metafora bahwa orang biasa selalu harus ditumbalkan untuk melanggengkan kekuasaan dan kekayaan bangsawan.

Ready Or Not boleh saja diartikan bahwa orang kaya selalu punya anomali dan menghalalkan apa pun demi kelanggengan status. Namun, film ini bila dinikmati sebagai sajian visual layar sinema, juga mampu memberikan kesegaran dengan persinggungan genre yang menciptakan kesan kejutan. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More