Selasa 27 Agustus 2019, 17:50 WIB

Keterpilihan Perempuan Paling Tinggi di 2019, Nasdem Signifikan

Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum
Keterpilihan Perempuan Paling Tinggi di 2019, Nasdem Signifikan

MI/MOHAMAD IRFAN
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi yang bertajuk Partisipasi Politik Perempuan 2019.

 

BERDASARKAN hasil penelitian yang dilakukan Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), angka keterpilihan perempuan pada Pemilu 2019 memperoleh jumlah yang paling tinggi bila dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

"Ada 118 perempuan terpilih dari 570 kursi DPR yang diperebutkan, berarti setara dengan 20,5% dari total keseluruhan," ujar Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini di Cikini, Jakarta, Selasa (27/8)

Sebelumnya, Peniliti Perludem Heroik Muttaqin Pratama memaparkan terjadi kenaikan secara pasti jumlah angka keterpilihan perempuan sejak Pemilu 1999 lalu hingga Pemilu 2009. Di mana, Pemilu 1999 angka keterpilihan perempuan mencapai 9% atau 45 kursi.

Di Pemilu 2004 mencapai 11%, dengan perolehan 61 kursi, dan Pemilu 2009 mencapai 18,4% dengan perolehan 101 kursi. Sedangkan di Pemilu 2014 sendiri, ungkap Heroik, terjadi penurunan angka keterpilihan perempuan sebesar 17,6% dengan perolehan 97 kursi.

Baca juga: Anggota DPR Diminta Cermat Susun Prolegnas

Heroik juga menyebut partai NasDem menjadi partai yang paling signifikan mengalami kenaikan jumlah keterpilihan perempuannya dibandingkan partai lainnya yang lolos ambang batas parlemen di Pemilu 2019.

"Angka keterpilihan perempuannya cukup tinggi Nasdem, di pemilu 2014 hanya ada empat orang perempuan yang mampu mendapatkan kursi di DPR RI dari Partai Nasdem, sedangkan di Pemilu 2019 ini ada 19 perempuan yang terpilih dan mendapatkan kursi," ujar Heroik.

Meskipun angka keterpilihan perempuan Pemilu 2019 memang naik, Heroik menuturkan angka keterwakilan perempuan tersebut masih stagnan di bawah angka 30% sebagaimana diatur dalam kebijakan afirmasi UU Nomor 12 Tahun 2003. Di mana, partai politik peserta Pemilu wajib memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% di dalam mengajukan calon anggota DPR, DPD, dan DPRD.

"Kalau kita lihat perolehan perempuan di DPR masih dibawah angka 30%," imbuh Heroik.

Sumber data penelitian keterpilihan perempuan yang dilakukan Perludem diperoleh dari ”Sertifikat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Calon Anggota DPR dari Setiap Kabupaten/Kota di Daerah Pemilihan Secara Nasional Pemilu 2019 Model DDl-DPR RI” (80 Daerah Pemilihan).

Penghitungan konversi suara ke kursi dilakukan dengan formula penghitungan suara divisor sainte lague di 80 daerah pemilihan. Profiling caleg dilakukan dengan cara melihat profil DCT dan tracking melalui internet. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More