Selasa 27 Agustus 2019, 15:12 WIB

Perbaiki Neraca Dagang, Pemerintah Dorong Kinerja Ekspor-Impor

Nur Aivanni | Ekonomi
Perbaiki Neraca Dagang, Pemerintah Dorong Kinerja Ekspor-Impor

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Kapal tunda memandu masuknya sebuah kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (14/8).

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah akan mendorong kinerja ekspor-impor untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan dan transaksi berjalan. 

Demikian disampaikannya saat memberikan tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi tentang RAPBN 2020.

"Untuk mendukung pertumbuhan ekspor, pemerintah akan terus meningkatkan pangsa pasar melalui kerja sama perdagangan bilateral untuk memperluas negara tujuan ekspor yang memiliki pasar potensial," terang Sri Mulyani, di ruang rapat paripurna, Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/8).

Selain itu, kata dia, kebijakan perdagangan juga akan difokuskan pada penyempurnaan fasilitas di kawasan-kawasan khusus dan penurunan biaya produksi melalui perbaikan sistem logistik. Pemerintah, tambahnya, juga akan tetap memberikan insentif untuk fasilitasi perdagangan yang efektif dan terarah.

Tidak hanya itu, lanjut dia, pendampingan kepada pelaku ekspor juga akan diberikan untuk meningkatkan daya saing dan menghilangkan kendala dalam ekspor, termasuk melalui promosi dan proses negosiasi. 

"Pemerintah juga terus mendorong proses hilirisasi serta terbangunnya rantai industri hulu dan hilir dalam rangka menjaga pasokan bahan baku dan mengurangi impor," ujarnya.

Baca juga: Neraca Perdagangan Juli 2019 Defisit, BI: Faktor Ekonomi Global

Terkait kebijakan impor, sambung Sri Mulyani, itu akan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan domestik sesuai dengan prioritas nasional terutama bahan baku dan barang modal untuk ekspor. 

Kebijakan tersebut juga akan disertai dengan penyederhanaan penerbitan perizinan perdagangan dan peningkatan output produksi serta kelancaran distribusi barang-barang domestik.

"Untuk mengurangi impor migas, pemerintah akan terus mengembangkan energi baru dan terbarukan serta mempercepat pemberlakuan program B30," imbuhnya.

Adapun untuk penguatan neraca transaksi berjalan, Sri Mulyani mengatakan bahwa itu tidak hanya ditempuh melalui perbaikan neraca perdagangan barang, tetapi juga melalui penguatan neraca perdagangan jasa. 

Untuk peningkatan ekspor jasa nasional, ucapnya, pemerintah akan mempercepat pengembangan empat destinasi pariwisata super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika.

"Upaya tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara, sekaligus mendorong perekonomian daerah wisata, serta menambah devisa negara," tandasnya. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More