Senin 26 Agustus 2019, 19:00 WIB

Mahasiswa UBL Pamerkan Mobil Listrik di Ritech 2019

mediaindonesia.com | Humaniora
Mahasiswa UBL Pamerkan Mobil Listrik di Ritech 2019

Dok. Universitas Budi Luhur
Mobil listrik Neo Blits garapan mahasiswa Universitas Budi Luhur di Ritech Expo 2019

 

MOBIL Listrik berbasis baterai lithium hasil riset Pusat Studi Mobil Listrik Universitas Budi Luhur (UBL), Neo Blits  tampil pada pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional–Ritech Expo  2019 yang digelar Kemenristekdikti di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Bali pada 25–28 Agustus 2019.

Bukan hanya dipamerkan, mobil yang sudah menempuh jarak sekitar 4.000 kilometer itu juga bisa dikendarai oleh pengunjung Ritech Expo agar bisa merasakan sensasi mengemudinya.

Melalui pameran,demo produk, dan test drive ini, diharapkan bisa terjadi transfer pengetahuan tentang Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) di Indonesia.

Selain itu juga menjadi wujud dukungan perguruan tinggi kepada Pemerintah RI dalam Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai untuk Transportasi Jalan yang ditandatangani Presiden Joko Widodo dalam Perpres 55 tahun 2019.

Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro yang juga pengamat otomotif.mengatakan, pihaknya sudah memulai riset tentang mobil listrik sejak 2016,

Baca juga : LIPI : Pengembangan Mobil Listrik Terkendala Baterai

"Karena kami melihat inilah kendaraan masa depan yang ramah lingkungan. Karenanya kami sangat mendukung program percepatan KBL yang dilakukan pemerintah, dan kami sangat terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Neo Blits memiliki motor penggerak DC Serie, 48 – 72 Volt bertenaga 30 HP dengan didukung  baterai Li-ion, 72-82 Volt, 1036 Ampere serta rangka tipe chassis tubular dengan suspensi independen.

Bodi mobil ini menggunakan material fiber dengan dimensi panjang keseluruhan 425 cm, lebar 225 cm dan tinggi 200 cm serta bobot total 800 kg.

Produk inovasi teknologi lain karya mahasiswa Universitas Budi Luhur yang ditampilkan di Ritech 2019 adalah keranjang sampah pintar. Dengan teknologi sensor keranjang sampah dapat terbuka sendiri.

Keranjang sampah ini juga digabungkan dengan teknologi mobile  sehingga dapat mengirimkan pesan singkat kepada pemilik bila sudah penuh.

Teknologi ini diharapkan mempermudah pengawasan dan pengendalian sampah-sampah di tempat umum.

Abdul Aziz, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur angkatan 2016, selaku Ketua Tim, merasa bangga karyanya dapat dipamerkan di Ritech 2019. Ia berharap karyanya bermanfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, dalam temu bisnis yang diadakan dalam rangkaian acara Ritech 2019 ini, Plt Rektor UBL Wendi Usino dijadwalkan bertemu dengan pihak produsen untuk tujuan pengembangan riset di UBL.

Antara lain, produsen face detection yang direncanakan akan digunakan untuk monitoring kehadiran karyawan, menggantikan alat perekam sidik jari; produsen komponen berkaitan dengan pengembangan riset robotika dan lain-lain.

“Sebagai kampus berbasis IT, UBL sangat antusias dengan event seperti ini. UBL berharap dunia pendidikan dapat berkolaborasi riset dengan industri, sehingga apa yang kami riset dapat bermanfaat nyata bagi masyarakat,” sebutnya.

Di rangkaian pameran ini, Universitas Budi Luhur juga tampil dalam seminar dengan materi berjudul 'Menuju Kampus Ramah Lingkungan' yang disampaikan Kasubdit Pengabdian Masyarakat dan KKN UBL, Putri Suryandari.

Putri Suryandari memaparkan upaya-upaya yang selama ini telah dilakukan UBL, antara lain kebijakan kampus melarang penggunaan kemasan plastik di area kampus, kebijakan meminimalisir penggunaan kertas dalam kegiatan kampus, serta menggerakkan bank sampah kampus yang telah menjadi percontohan 55 kampus di lingkungan DKI Jakarta.

Inisiatif lainnya adalah membuat permadani daur ulang sampah terbesar di dunia yang telah mendapatkan penghargaan LLDikti3 dan barang-barang bermanfaat lain; Membuat lukisan berbahan sampah daun kering, dan lain-lain. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Ahli Perkirakan Covid-19 di Indonesia Baru Reda Dalam 3 tahun

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:50 WIB
Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut covid-19 baru akan mereda di Indonesia dalam...
ANTARA FOTO/Rony Muharrman

BBKSDA Sumut Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung tanpa Dokumen

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:41 WIB
Satwa liar tersebut langsung dilepasliarkan di beberapa Taman Wisata Alam di wilayah Provinsi Sumatra...
ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

Dahlan Iskan: Cuma Sumbar yang tidak Beli Alat Rapid Test

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:31 WIB
"Di sana, test swab bisa dilakukan dengan cepat. Hasilnya bisa diketahui dalam 24 jam. Dengan kapasitas yang sangat besar yakni 3.500...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya