Selasa 27 Agustus 2019, 06:00 WIB

Weathering with You Wakili Jepang di Oscar 2020

Irana Shalindra | Weekend
Weathering with You Wakili Jepang di Oscar 2020

IMDB
Weathering with You menjadi film animasi kedua yang mewakili Jepang di Oscar setelah Prince Mononoke.

Para pencinta anime di Indonesia pasti sudah 'ngeh' dong kalau film teranyar Makoto Shinkai, Weathering with You, tengah tayang di jaringan layar perak Tanah Air?

Nah, kabar terbaru ini pasti membuat semangat untuk menonton Weathering with You kian menderu. Pasalnya, film berdurasi 111 menit tersebut dipilih menjadi perwakilan Jepang untuk kategori film fitur internasional terbaik di ajang Academy Awards alias Oscar pada 2020, seperti dilansir The Hollywood Reporter.

Ini adalah kali kedua Jepang memilih perwakilan berupa film anime sejak film Princess Mononoke karya Hayao Miyazaki pada 1998. Yang menarik, Shinkai sendiri memang diketahui sebagai penggemar karya Miyazaki dari Studio Ghibli. Kesukaannya tersebut barangkali menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ada kemiripan pada film-film karyanya dengan karya Miyazaki. Misalnya, plot yang imajinatif, elemen supernatural, dan memantik emosi

Weathering with You menjadi film yang amat dinanti para pencinta anime seluruh dunia setelah karya Shinkai sebelumnya, Your Name (2016), menjadi sensasi. Your Name tercatat menghimpun pendapatan global US$358 juta, mengalahkan rekor Spirited Away karya Miyazaki.

Seperti film Shinkai sebelumnya, dua protagonis utama adalah pria dan wanita muda, satu dari Tokyo dan satu dari pedesaan, dan itu melibatkan unsur-unsur supernatural. Di Weathering With You, bocah remaja Hodaka pindah ke kota besar dan bertemu Hina, seorang wanita muda dengan kemampuan untuk mengubah cuaca, pada saat Jepang menderita curah hujan yang berlebihan. Namun, pada satu titik, kemampuan Hina itu mendatangkan impak yang kemudian memengaruhi hubungan keduanya. (M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More