Senin 26 Agustus 2019, 03:10 WIB

Djarun Kenjcak Menangi Relay Marathon Kudus

Budi Ernanto | Olahraga
Djarun Kenjcak Menangi Relay Marathon Kudus

MI/Agustewe
Titik awal (start) dan finis lomba lari Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di depan Pendopo Kabupaten Kudus.

 EMPAT pelari dengan mengusung nama Tim Djarun Kenjcak asal Lumajang, Jawa Timur, menjadi peserta yang finis pertama pada ajang Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2019 di Kudus, Jawa Tengah, kemarin.

Tim yang terdiri atas Sutikno, Robby Kurniawan, Dedy Yusuf, dan Eva Yunita itu menyelesaikan jarak 42,195 km secara estafet dalam waktu 2 jam 36 menit 27 detik. Mereka berhak mendapatkan hadiah Rp28 juta.

Posisi kedua menjadi milik Tim Pajero Running Club dengan waktu 2 jam 44 menit 22 detik. Tim Kudus Garuda Jaya melengkapi podium sebagai peringkat ketiga dengan membukukan waktu 2 jam 54 menit 53 detik.

Selepas lomba, Dedy Yusuf menyatakan kemenangan itu buah strategi setelah mempelajari format relay marathon yang mengadopsi lari estafet Eikiden asal Jepang. Setiap pelari harus menyelesaikan seperempat dari jarak yang ditempuh. Pergantian pelari setelah menempuh jarak 10 km dilakukan di Tugu Oasis, GOR Jati Djarum, serta di Wisma Ploso.

“Kami menggenjot endurance untuk tiga pelari pria dalam persiapan jelang ikut TKRM di Kudus ini. Kami juga mengatur strategi yang pas untuk satu pelari putri di tim ini,” jelasnya.

Sebanyak 6.000 peserta memulai lomba setelah kibasan bendera flag off oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo di depan Pendopo Kabupaten Kudus, pukul 05.00 WIB. Di flag off awal itu dilepas pelari untuk dua kategori, yakni relay marathon dan half marathon. Sejam kemudian dilepas kategori 10K, 5K, serta anak-anak.

HM Hartopo sebelumnya menyatakan ajang tahunan itu dapat menjadi referensi wisatawan. “Kudus memiliki kekhasan dari sisi pariwisata, kuliner, hingga UMKM. Misalnya Kudus memiliki wisata religi, ada dua makam Wali Songo, Sunan Kudus dan Sunan Muria,” terangnya.

Acara yang menyedot perhatian masyarakat Kudus itu juga diikuti para legenda bulu tangkis seperti Liem Swie King yang ikut nomor 5K. Demikian juga Liliyana Natsir, andalan Indonesia di ganda campuran yang pensiun tahun ini.

“Ya lari diselingi jalan sambil ngobrol. Kegiatan yang menyenangkan karena setelah pensiun, baru pertama kali ini saya bangun pagi. Sangat menyenangkan udara segar pagi hari di Kota Kudus yang asri ini,” jelas Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir. (Agt/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More