Minggu 25 Agustus 2019, 19:15 WIB

Avrist-OCBC NISP Luncurkan Produk Syariah Investa Optima

mediaindonesia.com | Ekonomi
Avrist-OCBC NISP Luncurkan Produk Syariah Investa Optima

Dok. Avrist Assurance
Peluncuran produk Syariah Investa Optima

 

INDONESIA, sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim lebih dari 80% dari total populasi, merupakan pemimpin dalam ekonomi dan keuangan syariah.

Menurut Global Islamic Economic Indicator, Indonesia berhasil menunjukkan perbaikan dalam peringkat negara pemain utama ekonomi syariah, dari yang sebelumnya menempati peringkat 11 di tahun 2017, kini telah menduduki 10 besar di tahun 2018.

Hal tersebut ditanggapi positif oleh PT Avrist Assurance (Avrist Assurance) dan Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP lewat penandatanganan kerja sama kemitraan untuk meluncurkan produk Bancassurance berbasis syariah dengan nama Syariah Investa Optima.

Presiden Direktur PT Avrist Assurance, Anna Leonita menegaskan, kerja sama ini merupakan salah satu upaya perwujudan visi Avrist Assurance untuk menyediakan satu polis di setiap rumah tangga di Indonesia.

"Serta strategi perusahaan untuk memperluas pemasaran Bancassurance kepada masyarakat umum, salah satunya kepada para nasabah dari Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP," katanya dalam keterangan tertulis.

Direktur Bank OCBC NISP Andrae Krishnawan mengatakan, besarnya potensi pasar syariah melatarbelakangi kerja sama antara Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP dan Avrist Assurance. Melalui produk Syariah Investa Optima.

Baca juga : Kendaraan untuk Touring dapat Diasuransikan dengan Syarat

'Kami dapat menyediakan dan melengkapi pilihan produk asuransi berbasis syariah kepada nasabah kami, terutama yang memiliki aspirasi untuk mempersiapkan asuransi jiwa sekaligus investasi jangka panjang yang memberikan imbal maksimal. Lebih jauh, kami berharap kerjasama ini dapat mendukung perluasan penetrasi asuransi syariah di Indonesia menjadi double digit," ujarnya.

Pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi pertumbuhan perekonomian syariah. Melihat minat masyarakat akan produk syariah yang kian meningkat, pemerintah pun telah menyikapi dengan meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia periode 2019-2024.

Melalui rencana kerja utama tersebut, diharapkan pertumbuhan sektor keuangan syariah memiliki dampak langsung dan signifikan pada pertumbuhan di sektor riil.

Avrist Assurance dan Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP meyakini bahwa peluncuran Syariah Investa Optima dapat semakin memperkuat kemitraan kedua belah pihak, terutama dalam menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia serta meningkatkan penetrasi produk asuransi di Indonesia.

Syariah Investa Optima ditujukan untuk masyarakat Indonesia dari usia termuda (30 hari) hingga maksimal 70 tahun dengan berbagai keunggulan, antara lain aokasi Investasi yang membuat 100% kontribusi langsung dialokasikan untuk investasi sejak nasabah pertama kali membayar Kontribusi, Kontribusi Tunggal dengan cukup sekali saja mengalokasikan Kontribusi tanpa biaya akuisisi.

"Kontribusi tunggal terendah yang dapat disetor oleh nasabah adalah sebesar Rp25 juta," kata Anna.

Selain itu proses Underwriting yang ditawarkan pun cukup sederhana dan mudah.

Manfaat asuransi yang dihadirkan oleh Avrist Assurance bagi Peserta apabila Peserta meninggal dunia sebelum usia 75 tahun adalah pembayaran manfaat asuransi menyeluruh sebesar 125% dari kontribusi dasar Peserta, ditambah total nilai investasi apabila ada.

Namun, apabila Peserta masih hidup hingga akhir masa asuransi (pada ulang tahun Polis setelah Peserta berusia 75 tahun), Avrist Assurance akan memberikan 100% dari total nilai investasi yang terbentuk saat jatuh tempo, kepada Pemilik Polis.

“Kami percaya, ini merupakan salah satu produk Bancassurance berbasis syariah dengan fasilitas yang dinanti-nantikan oleh keluarga Indonesia. Kami mengundang masyarakat Indonesia untuk menghubungi Bank OCBC NISP dan bergabung menjadi peserta produk Syariah Investa Optima,” tutup Anna. (RO/OL-7).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More