Senin 26 Agustus 2019, 00:30 WIB

Perpustakaan DPR, Rekam Jejak Parlemen

Media Indonesia | Humaniora
Perpustakaan DPR, Rekam Jejak Parlemen

MI/Septiyani Nababan
Suasana perpustakaan DPR.

 

GEDUNG Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, menjadi saksi bisu jatuh bangunnya negara ini sejak pertama kali berdiri. Kita bisa menelusurinya dari rekam jejak aneka buku bacaan yang disimpan di Perpustakaan DPR yang beroperasi sejak April 2005.

Perpustakaan DPR sudah berdiri sejak dimulainya sejarah Parlemen (Volksraad) di Indonesia, kelanjutan dari Bibliotheca Volksraad, milik pemerintah Hindia Belanda.Sekitar 1951,  ketika Indonesia masih berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) di Yog­yakarta, Perpustakaan DPR pindah ke sana.

Setelah ibu kota kembali ke Jakarta, Perpustakaan DPR ditempatkan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, hingga akhirnya berlabuh di area Gedung DPR RI, Senayan.

Perpustakaan itu memiliki tiga lantai. Lantai pertama menawarkan koran dan majalah, lantai kedua tempat koleksi koleksi buku, dan lantai ketiga tempat koleksi buku klasik sejak zaman Belanda. Namun, menurut Tenny Rosanti, pustakawan Perpustakaan DPR,  pengunjung hanya dibolehkan melihat koleksi di lantai satu dan dua. Koleksi di lantai tiga dinyatakan tertutup untuk pe­ngunjung. “Karena kondisi bukunya sudah tua,” ujar Tenny.

Setiap harinya, kata Tenny, ada 20-30 pengunjung yang datang. Perpustakaan DPR juga kerap didatangi pengunjung dari luar negeri.

Perpustakaan DPR menggelar acara menarik, seperti bedah buku, seminar, dan tinjauan buku. Pada Bibliobattle, beberapa waktu lalu, ada telaah buku yang harus dibaca dalam waktu 3 menit. “Perpustakaan ini rencananya akan direnovasi,” pungkasnya.

Rani, 28, salah satu pengunjung, mengatakan koleksi lumayan lengkap, khususnya yang bertema bidang politik. “Saya harap fasilitas komputer diperbaiki. Staf perpustakaan juga harus siap sedia kalau dibutuhkan,” tuturnya. (*/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More