Minggu 25 Agustus 2019, 23:40 WIB

Dewan Minta Stadion BMW Dilanjutkan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dewan Minta Stadion BMW Dilanjutkan

MI/PIUS ERLANGGA
Puluhan tiang pancang terpasang pada lahan proyek pembangunan Stadion BMW, Jakarta.

 

DEWAN Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pembangunan Stadion BMW atau Jakarta Internastional Stadium (JIS) kendati lahan pengganti Stadion Lebak Bulus tersebut masih tersangkut oleh sengketa dengan pihak swasta.

Penegasan itu disampaikan anggota Komisi A DPRD DKI Gembong Warsono kepada awak media, kemarin.

Menurut dia, soal pembangunan harus dipisahkan dari proses hukum­nya. Jadi, pembangunan harus tetap dilanjutkan untuk diselesaikan. Apalagi, konsorsium pembangunan proyek tersebut telah dipilih melalui tender lelang.

“Jadi, saya pikir pemprov bisa tetap menjalankan apa yang menjadi prog-ramnya. Perkaranya, ya, perkaranya. Persoalan hukum kita pisahkan dari proses pembangunannya. Gitu lo,” ujar Gembong enteng.

Stadion BMW atau bernama resmi JIS mulai dibangun tahun ini setelah sempat tertunda selama lima tahun. JIS digadang-gadang menjadi stadion berstandar FIFA terbesar di Indonesia dengan nilai proyek Rp4,5 triliun. JIS yang ditargetkan selesai 2021 akan menjadi markas Persija Jakarta setelah markas lama mereka, Stadion Lebak Bulus, dirobohkan untuk dijadikan depo kereta moda raya terpadu pada 2014 silam.

Ia pun berharap pembangunan stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu bisa dipercepat agar warga Jakarta bisa segera menikmati pertandingan Persija di stadion milik sendiri.

Selama ini Persija harus bertanding menumpang di stadion lain seperti Gelora Bung Karno hingga Pakansari, Cibinong, Jawa Barat.

“Harapan kami mudah-mudahan (pe-nuntasan pembangunan) dipercepat sehingga warga Jakarta bisa menikmati stadion kebanggaan warga Jakarta itu,” harapnya.

Ia juga meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan fokus pada pembangunan, tetapi tidak lupa menghadapi proses hukum yang ada. Jika pada putusan inkrah swasta memenangi sengketa tersebut, Pemprov DKI harus mengikuti putusan yang berlaku. “Harus melalui pembebasan lahan nantinya,” tegasnya.

Sebelumnya, PT Buana Permata Hijau memenangi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas dua sertifikat hak pakai lahan stadion. Putusan itu menyebut Pemprov DKI harus menyerahkan lahan itu kepada PT Buana serta menghentikan pembangunan stadion. Atas putusan itu, Biro Hukum DKI mengajukan banding dan hingga saat ini masih berproses.

Sementara itu, badan usaha milik daerah (BUMD) Jakarta Propertindo telah merampungkan tahapan lelang atau tender kontraktor utama yang hasilnya telah menetapkan tiga perusa-haan menjadi penggarap Stadion BMW atau JIS.

Direktur Proyek Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk proyek JIS, Iwan Takwin, mengatakan tiga perusahaan yang ditetapkan menjadi penggarap proyek tersebut ialah Wijaya Karya (Wika), Jaya Konstruksi, dan PT Pembangunan Perumahan (PP) yang telah mengikuti proses lelang yang dimulai selama dua pekan sejak 18 Juli 2019.

“Mereka bersama calon-calon lainnya men-submit proposal rencana proyek ke panitia tender Jakpro yang dibantu para konsultan dari manajemen konstruksi Virama Karya dan Bina Karya,” kata Iwan. (Put/Ant/J-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More