Minggu 25 Agustus 2019, 18:30 WIB

JBS Urban, Pintu Baja Untuk Keluarga Muda

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
JBS Urban, Pintu Baja Untuk Keluarga Muda

Dok/ PT Jaya Bersama Saputra (JBS) Perkasa
Presiden Direktur JBS Perkasa Joni Effendi disampingi General Manager JBS Perkasa Sylvia memperkenalkan JBS Urban

 

PERUSAHAAN pintu baja PT Jaya Bersama Saputra (JBS) Perkasa  meluncurkan produk baru untuk segmen memengah ke bawah (middle low), khususnya kalangan keluarga muda yang memiliki kemampuan finansial terbatas, yakni JBS Urban.

Presiden Direktur JBS Perkasa Joni Effendi memaparkan, pintu baja JBS Urban hadir dilatarbelakangi meningkatnya kelas memengah dan menengah ke bawah di Indonesia. Berdasarkan kajian Boston Consulting Group, pertumbuhan masyarakat kelas tersebut di Indonesia akan meningkat 64 persen dari 2012 hingga 2020, yakni dari 41,6 juta jiwa menjadi 68, 2 juta jiwa.

Dia melanjutkan, untuk urusan rumah, mereka memiliki standar khusus seperti apa rumah idamannya. Kendati sebagian besar mendambakan rumah minimalis berbajet tipis, akses dan fasilitas umum melimpah dan tidak perlu perawatan mahal, namun soal keamanan dan kualitas barang sangat diperhitungkan.

Namun, meskipun sisi keamanan rumah berada dalam lima besar prioritas rumah idaman, mayoritas kalangan tersebut tidak menyiapkan dana lebih secara matang.

“Pertumbuhan kelas menengah ke bawah menjadi kesempatan bagi perusahaan bahan bangunan untuk meningkatkan penetrasi. Untuk itu kami merilis pintu baja Urban sebagai alternatif pintu kuat dan tahan lama namun terjangkau bagi mereka ingin mendapatkan pintu rumah berkualitas dan aman,” ujar Joni di Pameran IndoBuildTech Jakarta 2019, di Jakarta Covention Center (JCC).

JBS Urban dibekali 13 fitur unggulan di setiap produknya. Salah satunya fitur lima titik penguncian yang membuat pintu baja ini lebih kuat dan sulit untuk dibuka paksa, sehingga tingkat keamanannya tinggi.

Baca juga : Indobuildtech Usung Architecture 4.0

Teknologi finishing heat transferred printing memungkinkan tampilan pintu bercorak urat kayu dan putih modern terlihat lebih alami dan elastis.

Penyematan Honeycom Paper di antara dua sisi kusen (konstruksi sandwich) sebagai bahan core membuat pintu baja JBS Urban lebih stabil dan tidak mudah mengalami perubahan bentuk.

“Fitur ini menjadikan pintu baja mempunyai kekuatan bending yang sangat optimum. Struktur ketahananny juga tinggi karena sesuai dengan perbandingan berat,” jelas Joni.

Sementara 7 anak kunci komputer dengan sistem A-B lock system memungkinkan tidak semua orang dapat masuk rumah kendati pernah mengakses kunci pintu rumah.

“Dari tujuh kunci tersebut, ada dua kunci yang ketika sudah dipakai dalam waktu tertentu tidak akan bisa digunakan untuk membuka pintu rumah lagi karena pola anak kunci sudah berubah. Jadi, sangat sulit untuj diduplikat,” terangnya.

JBS Urban dirancang dengan ketebalan plat panel 0,4 milimeter dan ketebalan plat kusen 0,8 milimeter. Hanya ditawarkan pintu tunggal (single door) ukuran lebar 80 dan 90 sentimeter dengan ketinggian 200 sentimeter.

Cara pasangnya mudah, cukup denganibor pada kusen yang telah dilubangi. “Mudah sekali. Tidalperlu membobok dinging rumah,” tambahnya.

Harga yang dipatok cukup teejangkau dengan berbagai fitur tersebut, yaitu Rp1,5 juta per unit sudah termasuk 1 set handle dan 6 set baut instalasi.

Joni menambahkan, selama ini pihaknya gencar menggarap pasar potensial di Tanah Air dengan berbagai strategi. Termasuk menghandirkan produk-produk yang bisa diterima masyarakat Indonesia dengan baik.

“Strategi utama kami adalah fokus kepada kebutuhan konsumen. Ini merupakan cara terbaik untuk bertumbuh,” jelasnya.

Saat ini, JBS Perkasa setiap bulannya mampu memasarkan 500-600 unit pintu baja di Indonesia. Selain JBS Urban, perusahaan juga memasarkan JBS Fortress untuk kelas menengah atas dan JBS Prime untuk kelas atas. Harhanya berkisar antara Rp2 hingg 5 jutaan per unit. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More