Minggu 25 Agustus 2019, 20:58 WIB

7 Kecamatan di Jakarta Terancam Alami Kekeringan

Selamat Saragih | Megapolitan
7 Kecamatan di Jakarta Terancam Alami Kekeringan

MI/Bary Fatahillah
Petrugas Dinas SDA membuat sumur resapan antisipasi musim kemarau di Jakarta

 

SEBANYAK 7 kecamatan di wiilayah DKI Jakarta dinilai Dinas Sumber Daya Air rawan mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang kini melanda.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini menyebutkan, ke-7 kecamatan yang rawan itu berada di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Di Jakarta Barat itu ada tiga kecamatan yakni Kalideres, Cengkareng, dan Kembangan. Sedangkan Jakarta Utara ada di Cilincing, Penjaringan, Pademangan, dan Koja. Wilayah itu saja yang kelihatan agak merah," ujar Juaini.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya bakal melibatkan BUMD PAM Jaya untuk mengatur penyebaran air bersih di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan.

Sejumlah depo air bersih akan disiapkan di lokasi yang kering. Bahkan melalui tangki dan mobil, pihaknya akan berkeliling mendatangi lokasi yang mengalami kekurangan air.

Baca juga : https://m.mediaindonesia.com/read/detail/255116-banten-dan-dki-terancam-dampak-kemarau-panjang

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebelumnya sudah mengimbau warga Ibu Kota agar menghemat pengunaan air. Warga diminta bisa mengelola air agar dapat dipergunakan kembali.

Saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang menggodok aturan terkait penggunaan air bersih. Aturan ini akan dituangkan dalam bentuk instruksi gubernur (Ingub) yang diharapkan bisa terbit September 2019.

"Sudah ada rancangannya, nanti akan muncul dalam bentuk ingub. Nanti kalau ingubnya selesai, kami akan umumkan terkait dengan langkah-langkah yang akan dilakukan pemprov untuk mengantisipasi kemarau panjang di wilayah Jakarta," kata Anies.

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait musim kemarau yang juga akan dialami di Jakarta. Bahkan beberapa wilayah diminta mengantisipasi kekurangan air,

Wilayah itu diantaranya Gambir, Menteng, Kemayoran, Tanah Abang, Tebet, Setiabudi, Jagakarsa, Cilandak, Kebayoran Baru, Pasar Minggu, Kedoya Selatan, Grogol, Petamburan, Halim, Pulogadung, Cipayung, Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, dan Penjaringan.

"Kita memang harus mengantisipasi soal ancaman kemarau panjang yang dihadapi berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di belahan barat Pulau Jawa. Ini tantangan perubahan iklim, jadi kita mengalami ini semua. Karena itu, di seluruh wilayah, tidak hanya Jakarta, saya rasa siapapun sudah harus lebih hemat dalam penggunaan air," kata Anies.

Secara terpisah, Humas PD PAM Jaya, Melinda, memastikan pasokan air di Jakarta masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pihaknya tidak akan terlena. Berbagai langkah telah disiapkan dalam menghadapi musim kemarau, salah satunya menyiapkan pasokan air bersih.

“PAM Jaya secara intens melakukan koordinasi dengan pihak PJT II sebagai pengelola air baku Jakarta di Waduk Djuanda. Berdasarkan hasil koordinasi bahwa level ketinggian muka air di waduk Djuanda Jatiluhur masih pada level aman untuk menyuplai air baku ke Jakarta, dan diperkirakan akan tetap aman sampai musim kemarau saat ini usai,” kata Melinda.

PAM Jaya juga terus berupaya untuk menambah cakupan layanan, khususnya di daerah yang belum terjangkau air perpipaan, seperti di Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Baca juga : Polda Sumbar Bagikan Air Bersih

Tahun ini PAM Jaya membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota dengan kapasitas produksi 500 lps yang akan mengaliri 4 kelurahan melupiti Kamal Muara, Kamal, Tegal Alur, dan dan Pegadungan.

"SPAM Hutan Kota diperkirakan akan menambah sekitar 30.000 pelanggan baru,” ujarnya.

Terhadap wilayah yang masih belum mendapatkan akses air perpipaan, khususnya di luar wilayah yang akan dilayani SPAM Hutan Kota, PAM Jaya menyiapkan solusi jangka pendek dan sementara berupa pembangunan kios air di beberapa titik di Jakarta.

“Tahun ini akan dibangun 25 kios air. Salah satu wilayah yang akan dibangun kios air yaitu daerah Semanan, Kalideres,” lanjutnya.

Termasuk soal kondisi darurat, bersama Palyja dan Aetra, pihaknya menyiapkan 26 mobil tangki, di antaranya enam mobil milik AETRA dan 15 mobil milik Plyja, sementara sisanya milik PDAM Jaya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More